Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Partai Buruh Optimistis Bisa Ikut Pemilu 2024

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk memperingati Mayday, Massa buruh Jawa Timur mendeklarasikan Partai Buruh dengan mendirikan panggung dan berorasi di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Sabtu (14/05/2022). Dalam orasinya, buruh optimistis bisa mengikuti kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2024.

Mereka menyebut hanya kurang beberapa hal yang perlu dipenuhi untuk bisa resmi menjadi partai yang resmi.
Hal tersebut dibenarkan langsung oleh Ketua Exco Partai Buruh Surabaya, Nuruddin Hidayat. Diwawancarai awak media, ia optimistis bisa lolos verifikasi untuk mengikuti Pemilu yang digelar 2024.

“Kita optimis partai buruh bisa lolos verifikasi sehingga dapat berkontestasi dalam pemilu 2024,” kata Nuruddin, ketika ditemui di depan Kantor DPRD Jatim.

Nurudin mengklaim, Partai Buruh telah membentuk kepengurusan di 35 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim). Total sudah ada 25 ribu anggota yang sudah terdaftar bergabung di Partai Buruh. “Kita lagi berupaya secara nasional seluruh indonesia. Di Jatim dari 38 kabupaten/kota, kita sudah ada 35. Keanggotaan pun kita sudah mencapai 25 ribu,” imbuhnya.

Namun Nuruddin mengakui jika ada beberapa hal yang perlu dilengkapi dalam proses verifikasi. Dia ntaranya, kantor tetap, jumlah keanggotaan, dan kepengurusan. “Tiga hal itu penting. Lainnya administratif seperti domisili, rekening, bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) ini kan administratif,” ucapnya.

Nuruddin mengungkapkan, dalam pembentukannya, sempat ada pro dan kontra untuk buruh ikut berpolitik. Namun, tekadnya tetap berkomitmen untuk mendukung pergerakan buruh. “Sempat juga awal-awal seperti itu (kontra). Menurut saya dinamika, tapi belakangan meskipun tidak tergabung dalam Partai Buruh tapi berkomitmen akan mendukung pergerakan,” ujar dia.

Oleh karena itu, Nuruddin optimis Partai Buruh dapat menyambawa aspirasi para pekerja hingga ke parlemen. Ia pun membedakan dengan partai politik yang tidak berdasarkan kepentingan masyarakat. “Kita optimistis karena buruh ini terakumulasi hatinya, puncaknya itu disahkannya UU Omnibus Law. Kita menilai partai politik yang ada saat ini tidak merepresentasikan kepentingan rakyat,” katanya. [ang/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar