Politik Pemerintahan

Parpol Lambat Terbitkan Rekom, Dukungan ke Faida Bisa Menguat

Bupati Faida

Jember (beritajatim.com) – Mayoritas partai politik belum juga menerbitkan rekomendasi pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hal ini menguntungkan kandidat petahana.

Muhammad Iqbal, dosen ilmu komunikasi politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, mengatakan, ada dua faktor penyebab lambannya partai politik menerbitkan surat rekomendasi tersebut.

“Pertama, proses politik pemakzulan (Bupati Faida). Sangat mungkin dewan pimpinan pusat parpol menunggu keputusan inkracht dari Mahkamah Agung. Saya kira bulan-bulan ini jadi waktu yang sangat menegangkan dan krusial,” katanya, Sabtu (22/8/2020).

Menurut Iqbal, hal ini sebenarnya kurang baik secara politik. “Tapi tidak ada cara lain selain menunggu. Mereka berhitung bagaimana memenangkan calonnya melawan petahana,” katanya.

Faktor kedua, lanjut Iqbal, adalah komunikasi politik lintas partai. “Saya menduga itu tidak berjalan efektif. Efektivitasnya terutama ditentukan oleh kompensasi yang diperoleh untuk bisa menjalin koalisi. Saya kira sekali lagi itu tidak terjadi karena ego partai begitu besar,” katanya.

Kompensasi ini terkait dengan saling dukung dan bantu dalam pemilihan bupati di daerah lain, khususnya di Jawa Timur.

“Kompensasi macam ini yang bisa membuat koalisi lintas partai menjadi lebih cair. Namun ketika tersumbat, misalnya belum ada yang mau memberikan dukungan konsolidatif kepada (pilbup) daerah lain, maka (proses komunikasi) di Jember jadi agak sulit, mengingat egi partai begitu besar,” kata Iqbal.

Muhammad Iqbal, dosen ilmu komunikasi politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jembe

“Hal ini menjadi modal sosial politik negatif, karena memberi kesempatan petahana untuk memperkuat lagi dukungan sosialogisnya melalui berbagai instrumen yang dimiliki. Misalnya memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 apakah melalui instrumen bantuan sosial maupun lainnya, seperti mengelola bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, dinyatakan sebagai bantuan dari daerah,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, manajemen isu seperti ini sangat efektif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat Jember. “Itu menjadi waktu yang sangat krusial untuk bisa meraih simpati masyarakat,” katanya. Ini makin membuka peluang petahana untuk mengantongi modal elektoral.

“Secara survei mungkin tren (petahan) menurun. Tapi dengan situasi ego parpol seperti ini, pelan-pelan (suara dukungan pemilih) akan terkumpul lagi (untuk petahana),” kata Iqbal. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar