Politik Pemerintahan

Para Pesilat di Madiun Deklarasikan Suro Damai

Damai : Para pesilat jalan sehat dalam rangka deklarasi suro damai 2019.(Foto : humas Polres Madiun)

Madiun (beritajatim.com) – Sebagai kampung pesilat, pafa bulan Muharram atau Suro pada penanggalan Jawa, Madiun akan melakukan dua hajat besar. Yakni tradisi Suroan yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Dan tradisi Suran Agung yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda.

Kedua kegiatan tersebut diharapkan dapat dilakukan dengan aman, tertib dan kondusif. Bertempat di lapangan Tri Brata Polres Madiun, lewat kegiatan jalan sehat dan panggung hiburan, sebanyak 1.200 anggota pesilat dari 14 perguruan pencak silat di Kabupaten Madiun bersama – sama mendeklarasikan Suro Damai 2019. “Kegiatan suro 2020 akan dibuat lebih menarik dengan kirab budaya, jika nanti zero insiden,” kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Jumat (30/8/2019).

Sehingga jika dikemas lebih menarik, kedepan tidak ada lagi rasa ketakutan dari masyarakat menjelang bulan suro. Sebaliknya dengan adanya kirab budaya, kelak masyarakat menunggu-nunggu kegiatan tersebut. “Deklarasi damai ini sesuai dengan komitmen Madiun Kampung Pesilat, yakni merajut kebersamaan dan menebar perdamaian,” kata Bupati yang akrab disebut Kaji Mbing itu.

Selain 1.200 anggota pesilat dari 14 perguruan pencak silat di Kabupaten Madiun, deklarasi Suro Damai 2019 juga dihadiri Bupati Madiun Ahmad Dawami, Wakil Bupati Hary Wuryanto, Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto. “Semua pihak menginginkan suasana aman, tertib dan kondusif. Mari kita jaga bersama,” pungkasnya.(end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar