Politik Pemerintahan

Para Kandidat di Pilkada Gresik 2020 Banyak Melanggar Prokes saat Kampanye

Gresik (beritajatim.com) – Masa kampanye Pilkada Gresik 2020 sudah berjalan sepuluh hari. Sayangnya, dalam kampanye tersebut di masa pandemi Covid-19 masih banyak ditemukan para kandidat melanggar protokol kesehatan (Prokes). Padahal, hal itu sudah masuk kategori pelanggaran.

Anggota Bawaslu Gresik Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Syafi’ Jamhari mengatakan, dalam sepuluh hari terakhir, lembaganya telah mengawasi 31 titik pelaksanaan kampanye tatap muka. Dari jumlah itu, masih banyak kampanye yang dilakukan melanggar prokes. “Masih banyak ditemukan kampanye yang tidak memenuhi protokol kesehatan,” ujar Jamhari, Senin (5/10/2020).

Masih menurut Jamhari, temuan paling banyak yakni menciptakan kerumunan berjarak kurang dari satu meter. Serta kampanye jumlahnya melebihi peserta maksimal yakni 50 orang.

“Baik paslon nomor 1 yakni M.Qosim-Asluchul Alief (QA) maupun Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). Berdasarkan pasal 58 PKPU 13/2020 tentang Pilkada Lanjutan di Masa Pandemi Covid-19. Di pasal itu mengatur secara rinci tentang pelaksanaan kampanye apabila tidak dapat dilakukan melalui media daring maupun media sosial,” paparnya.

Ia menambahkan, kampanye tatap muka bisa dilakukan di dalam ruangan atau gedung. Namun, maksimal diikuti total 50 peserta kampanye, termasuk mematuhi protokol kesehatan lainnya. “Kami segera kirim surat peringatan kepada kedua tim kampanye. Agar mematuhi dan mentaati aturan di sisa masa kampanye selanjutnya,” imbuhnya.

Jika masing-masing tim masih bandel lanjut Jamhari, pihaknya dapat melakukan penghentian maupun pembubaran kampanye ditempat terjadinya pelanggaran.

Sementara itu secara terpisah, Ketua KPU Gresik Akhmad Roni menuturkan, terkait dengan ini pihaknya segera membahas teknis debat kandidat. “Segera kita bahas setelah menggelar rapat koordinasi bersama KPU Provinsi,” tuturnya.

Pada debat tersebut kata dia, materinya membahas tentang Covid-19. Yakni tentang materi kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian. “Fokus ke Covid-19 agar masyarakat dapat mengetahui pandangan terhadap masing-masing kandidat tentang formula jitu penanganan virus tersebut,” pungkasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar