Politik Pemerintahan

Panwascam Verifikasi ke Kuburan, Pengamat: Ada Unsur Pidana

Surabaya (beritajatim.com) – Panwascam Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya menemukan adanya bukti dukungan dari orang yang sudah meninggal ketika melakukan verifikasi faktual terhadap berkas bakal calon perseorangan di Pilwali Surabaya.

Petugas Verifikator yang terdiri dari anggota PPS Kelurahan Sidosermo atas nama Toni Hermanto dan Irfan Navis dengan didampingi oleh Panwas Kelurahan atas nama Ach. Saichu adalah yang menemukan hal itu.

“Saat mendatangi rumah salah satu warga yang terdaftar sebagai salah satu pemberi dukungan, didapati bahwa yang bersangkutan ternyata menurut istrinya sudah meninggal dunia pada 23 Maret 2020 yang lalu. Akan tetapi ketika ditanya akta kematian,tidak bisa menunjukkan. sehingga Panwascam Wonocolo meminta izin untuk ditunjukkan dan menziarahi kuburannya dalam rangka memastikan data yang lebih akurat,” kata Navis.

Melihat fenomena itu, pengamat politik Edward Dewaruci meminta agar pihak Bawaslu meningkatkan ketelitian mereka. “Dari satu kasus itu patut dicurigai jika kemungkinan bisa jadi ada dukungan-dukungan lain yang palsu atau dari orang-orang yang sudah meninggal,” katanya.

Jika benar ditemukan adanya dukungan palsu, Edward menggarisbawahi jika hal itu bisa dipidanakan. “Pasal 185 sudah masuk. Ada pidananya terkait dukungan palsu,” tegasnya.

Dukungan palsu, menurut Edward bisa terjadi karena beberapa hal. “Tapi secara umum adalah yang dimasukkan ke dalam daftar pemberi dukungan tapi sesungguhnya mereka tidak benar-benar merasa memberikan dukungan,” cetusnya.

“Untuk itu, Bawaslu dan Panwascam di Surabaya harus lebih teliti lagi. Jangan sembrono,” pungkas Edward. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar