Politik Pemerintahan

Pansus Pilkada: Wabup Jember Kok Masuk Ruang Pendaftaran Pilkada?

Wakil Bupati Jember Abdul Muqiet Arief (pojok kanan) mendampingi kanddidat petahana Faida mendaftarkan diri ke KPU Jember.

Jember (beritajatim.com) – Panitia Khusus Pemilihan Kepala Daerah DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, segera memanggil Badan Pengawas Pemilu setempat, untuk membahas kehadiran Wakil Bupati Abdul Muqiet Arief dalam pendaftaran kandidat petahana Faida menjadi calon bupati di Komisi Pemilihan Umum kemarin.

Saat itu, Muqiet bersama istrinya bisa masuk ke dalam ruang pendaftaran yang khusus diperuntukkan calon bupati, calon wakil bupati, tim pemenangan, pengurus partai politik, komisioner KPU, dan komisioner Bawaslu. Status Muqiet sendiri belakangan diakui sendiri oleh pria asal Kecamatan Silo itu bukan sebagai bagian dari tim pemenangan Faida.

“Tentu kehadiran wakil bupati pada saat salah satu pasangan calon mendaftar ke KPU akan jadi perhatian serius Pansus Pilkada DPRD Jember. Bagi kami, norma yang berlaku di negeri ini adalah setiap warga negara sama kedudukannya dalam hukum, menganut prinsip equality before the law,” kata Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Senin (7/9/2020).

Menurut Itqon, apa yang terjadi di KPU kemarin sudah terang-benderang. “Tentunya kami akan menanyakan penegakan aturan perundang-undangan, dan aturannya jelas bahwa selain tim yang ditunjuk oleh bakal calon, tidak diperkenankan masuk. Ini kok sampai ada wakil bupati masuk ke ruang khusus pendaftaran,” katanya.

Pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati Faida dan Dwi Arya Nugroho Oktavianto di KPU Jember, 6 September 2020.

Dikirim oleh Beritajatim.com pada Minggu, 06 September 2020

Faida sendiri menyebut Muqiet hadir dalam kapasitas saudara dan keluarga. “Keputusan memilih Mas Vian sebagai calon wakil bupati adalah keputusan bersama berunding dengan Kiai Muqiet,” kata Faida.

David Handoko Seto, legislator Nasdem di DPRD Jember, mempertanyakan kehadiran Muqiet. “Pertama, Kiai Muqiet masih menjabat wakil bupati. Kedua, Kiai Muqiet menyatakan diri bukan tim sukses bupati. Kalau dianggap keluarga, tentu ada garisnya. Kalau dianggap tim sukses, tentu dia terdaftar. Ini perlu jadi kajian khusus pansus untuk memanggil KPU dan Bawaslu,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar