Politik Pemerintahan

Pansus Pilkada: Oknum Petugas Bagikan Bansos Pakai Masker Faida-Vian

Jember (beritajatim.com) – Panitia Khusus Pemilihan Kepala Daerah DPRD Jember, Jawa Timur, mendapat laporan soal adanya petugas yang membagikan bantuan sosial dari pemerintah provinsi dengan memakai masker bergambar pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Faida-Vian (Dwi Arya Nugraha Oktavianto).

Dalam foto yang diterima Pansus Pilkada, petugas yang dimaksud berjilbab coklat berpakai rompi lorengh merah dan putih dengan emblem garuda dan logo Pemkab Jember. Masker Faida-Vian tampak jelas terpasang menutupi wajahnya.

“Kemarin Komisi A sudah memanggil seluruh camat di Jember. Kita deklarasi camat dan aparatur sipil negeri netral. Tapi kami dapati laporan dari masyarakat, ada bantuan provinsi di Kecamatan Mumbulsari, lalu ada relawan atau apapun namanya datang ke kantor pemerintah dengan menggunakan masker incumbent. Ini tidak boleh. Kami sudah bilang, jangan dilakukan hal-hal seperti ini,” kata Wakil Ketua Pansus Pilkada DPRD Jember Tabroni, Selasa (20/10/2020).

Menurut Tabroni, mereka yang hadir sebagai relawan tidak boleh membawa atribut simbol pasangan calon. “Apalagi dia bekerja, yang berarti digaji negara lewat APBD,” katanya.

Tabroni sudah meminta kepada Pemerintah Kecamatan Mumbulsari untuk mengumpulkan semua relawan dan petugas distribusi bantuan sosial. “Ingatkan kembali bahwa mereka bekerja untuk negara, dibiayai APBD, untuk tidak ikut tim pemenangan calon mana pun. Ini pekerjaan rumah bagi pansus, bahwa ada persoalan netralitas birokrasi di Jember,” katanya.

Tabroni menganggap Badan Pengawas Pemilu Jember tidak proaktif dalam menangani dugaan pelanggaran pilkada. “Kami sudah berkali-kali mengundang Bawaslu dan meminta agar bergerak. Bawaslu dan panitia pengawas kecamatan agar melaporkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara,” katanya. Pansus Pilkada sendiri akan mendorong masyarakat agar melaporkan ketidaknetralan ASN kepada Bawaslu.

Sementara itu, Camat Mumbulsari Joko Soponyono mengaku tidak tahu soal itu. “Mungkin itu foto-foto lama,” katanya. Joko menyatakan tetap berpegang pada aturan. “Yang jelas untuk atribut (calon bupati dan wakil bupati) itu, satgas janganlah pakai itu,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar