Politik Pemerintahan

Pansus Pertanyakan Kehadiran Wabup Jember dalam Pendaftaran Pilkada

Jember (beritajatim.com) – Kehadiran Wakil Bupati Abdul Muqiet Arief yang masuk ke ruang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendampingi kandidat petahana Faida berbuntut panjang.

Panitia Khusus Pilkada DPRD Jember mempertanyakan status dan kapasitas Muqiet kepada KPU dan Badan Pengawas Pemilu, dalam rapat dengar pendapat di gedung parlemen, Selasa (15/9/2020). Hal ini dikarenakan hanya pasangan calon dan tim pasangan calon yang berhak masuk ke dalam ruang pendaftaran.

Ketua KPU Jember M. Syai’in mengatakan, pihaknya mengeluarkan empat kartu identitas khusus untuk tim pasangan calon. “Kami serahkan kepada pasangan calon untuk menunjuk siapa yang ikut hadir dalam proses tersebut,” katanya.

Syai’in tidak tahu apa kapasitas Muqiet saat hadir dalam pendaftaran. “Dari pihak bakal pasangan calon sendiri yang mengetahui sebagai apa. Prinsip kami memberikan ID card itu untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati dan tim paslon,” kata Syai’in.

Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka mengatakan, pihaknya tak menemukan aturan soal boleh tidaknya wakil bupati hadir dalam pendaftaran tersebut. “Karena di Peraturan KPU Nomor 3, yang mengantarkan mendaftar hanya ketua partai, sekretaris, tim bakal pasangan calon. Wabup saat pendaftaran tanggal 6 September kemarin menggunakan ID card tim paslon,” katanya.

“Menurut kami, saat itu mungkin beliau tim paslon, karena wabup adalah jabatan politis. Kalau dia tim paslon, maka konsekuensinya ketika dia hendak atau ingin mengikuti kampanye juga harus cuti. Tapi larangan soal mengantarkan pendaftaran, kami tidak menemukan pasal hukumnya,” kata Thobrony.

Sebagaimana diberitakan, Muqiet ikut mengantarkan pasangan Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto mendaftarkan diri di KPU Jember, Minggu (6/9/2020). Faida menyebut Muqiet hadir dalam kapasitas saudara dan keluarga. “Keputusan memilih Mas Vian sebagai calon wakil bupati adalah keputusan bersama berunding dengan Kiai Muqiet,” katamya.

Hal serupa juga ditegaskan Muqiet sendiri. Ia mengaku bukan bagian dari tim pemenangan Faida-Oktavianto. “Saya rakyat biasa,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar