Politik Pemerintahan

Pangkas Biaya BBM untuk Melaut, Kementrian ESDM Bantu 600 BBG ke Nelayan Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Pmanfaatan BBM untuk transportasi melaut para nelayan di Gresik dinilai kurang efektif. Untuk itu, Kementrian ESDM memberikan paket konversi BBM ke BBG untuk memangkas biaya melaut nelayan.

Ada 600 paket BBG itu, diberikan oleh Kementrian ESDM secara gratis di Desa Prambangan, Kebomas. Bantuan ini, nantinya akan diberikan secara bertahap. PPK Konversi BBM ke BBG Kementrian ESDM Irin Yulianingsih menghimbau kepada nelayan agar alat tersebut tidak dijual. Sebab banyak yang enginginkannya.

Ia menambahkan, untuk sasaran penerima alat itu yakni nelayan kecil saja dengan kapal berukuran dibawah 5 GT. “Jangan dijual karena masih banyak nelayan yang belum dapat. Dan ini akan kami perjuangkan terus,” imbuhnya, Selasa (22/11/2020).

Nelayan yang menerima alat tersebut tidak hanya di Gresik, malah untuk tahun 2020 ini mayoritas dari Bawean dengan 455 alat.

Salah satu nelayan asal Bawean, Patwan Jarsis mengatakan, alat ini sangat membantu dirinya yang sudah menjalani nelayan selama 15 tahun. “Kalau menggunakan BBM cost yang dikeluarkan sangat besar. Dia mencontohkan, setiap harinya mengeluarkan uang 30 ribu untuk membeli BBM. Namun, dengan BBG ini untuk satu tabung gas bisa digunakan untuk satu minggu,” tuturnya.

Dengan memakai BBG kata Jarsis, biaya melaut bisa dipangkas 50. Dirinya memberri estimasi sehari bersih bisa mendapat Rp 150 ribu. Kalau dengan BBG ini harapannya bisa tambah banyak dan pendapatan bisa untuk keperluan lain.

Sementara, anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti mengatakan, sebetulnya anggaran untuk alat ini nol di 2020. Namun pihaknya bersama Kementrian ESDM memperjuangkan agar program terus berlanjut. “Ini bentuk kerjasama Komisi VII DPRR RI dan Kementrian ESDM konverter dari BBM ke BBG, 600 paket dibagikan kepada masyarakat nelayan.

Paket yang dibagikan itu, terdiri dari mesin, konverter kit, dua buah tabung elpiji, serta aksesoris pendukung lainnya. Jika dinominalkan, satu paket itu senilai Rp 8 juta.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Choirul Anam mengatakan saat ini sudah ada 2.201 nelayan di Gresik menikmati paket ini sejak tahun 2017. Tapi menurut datanya, di Gresik ada sekitar 8 ribu nelayan. Masih ada 6 ribu nelayan yang belum bisa menikmati paket ini. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar