Politik Pemerintahan

Pandemi, PHK di Jawa Timur Hanya 4 Persen

Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya ke PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) di Kawasan NIP, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan jika angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Jawa Timur cukup rendah. Di tengah pandemi covid-19 angka PHK di Jawa Timur hanya 4 persen, angka tersebut jauh lebih rendah dibanding dengan daerah sekitar.

Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungan kerjanya ke PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) di Kawasan Ngoro Industrial Park (NIP), Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. “Dari survey, angka PHK kita cukup rendah yakni 4 persen. Jawa Tengah 18 persen, Jawa Barat 12 persen dan DKI-Banten 31 persen,” ungkapnya, Selasa (4/8/2020).

Hal tersebut, tegas mantan Menteri Sosial (Mensos), menjadi salah satu kekuatan Jawa Timur untuk tetap kuat di sektor ekonomi. Meski di tengah pandemi Covid-19 yang memang rawan PHK, Khofifah mengimbau agar hal tersebut bisa dialihkan dengan mencari jalan tengah berupa pembaharuan kontrak kerja dengan sistem sharing manfaat bersama karyawan lainnya.

“Pernah ada perusahaan yang lapor ke saya akan mem-phk 500 orang karyawannya. Saya datangi, saya sampaikan lebih baik kontrak kerjanya saja yang diperbaharui. Kita tanya ‘bisa tidak agar temanmu ini tidak di-PHK ?’ jangan sampai itu terjadi, harus ada rasionalisasi. Jadi, kalau perusahaan mampunya sekian, bisa ndak berbagi,” katanya.

Artinya, lanjut Khofifah, yakni berbagi kesejahteraan tertentu dengan lainnya agar tidak sampai ada yang di-PHK. Orang nomor satu di Jawa Timur tersebut, selanjutnya mengatakan jika industri olahan makanan dan minuman (mamin) seperti yang digeluti PT CPI merupakan penyumbang dan tumpuan Produk Dosmetik Regional Bruto (PDRB) tertinggi bagi Jawa Timur selama ini.

“PT CPI ini salah satu industri olahan mamin yang cukup kuat. Pengolahannya baik, penyembelihan bahan bakunya juga manual untuk kehalalan produk. Pasarnya pun meluas dan meningkat. Apalagi, dalam waktu dekat juga akan ekspor perdana ke Timor Leste. Saya dorong market pasar asing agar makin luas. Sebab industri mamin olahan adalah kontributor PDRB tertinggi di Jawa Timur selama ini termasuk selama Covid-19,” ujarnya.

Tidak ada PHK dan semuanya juga dilaporkan sehat. Khofifah sepenuhnya mendukung perluasan pasar, demi terpeliharanya kestabilan dan kekuatan ekonomi Jawa Timur. Didampingi Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Khofifah juga menilik Wisata Desa di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar