Politik Pemerintahan

Pandemi, Pemkab Situbondo Genjot Pendapatan Sektor Ternak dengan E-Money

Salah satu rumah pemotongan hewan yang jadi sumber pendapatan

Situbondo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tetap berupaya menggenjot pendapatan asli daerah di tengah masa pandemi . Salah satunya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) menjadi salah satu ujung tombak.

Kepala Disnakkeswan Situbondo Hasanuddin Riwansia mengatakan, pihaknya menerapkan retribusi elektronik. “Seluruh pendapatan yang bersumber dari instalasi Dinas Peternakan ini akan menjadi e-money (uang elektronik). Jadi tidak ada uang tunai yang beredar di semua instalasi kami, sehingga hari itu juga secara real time pendapatan kami bisa langsung terbaca di (Dinas) Pendapatan Daerah,” katanya.

Disnakkeswan memiliki sumber pendapatan dari rumah potong hewan dan pasar hewan. “Setiap tahun cukup besar, kisarannya Rp 600-700 jutaan. Itu yang retribusi. Kemudian yang lebih besar lagi tapi ada modalnya adalah pendapatan lain-lain penjualan hasil ternak kami. Ada di UPT (Unit Pelaksana Teknis) Perbibitan dan Teknologi di Gelung, (Kecamatan Panarukan),” kata Hasanuddin.

Dari UPT tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember menangguk pendapatan kisaran Rp 1,4 – 1,7 miliar per tahun. “Tahun kemarin kurang lebih totalnya Rp 1,6 miliar. Lumayanlah,” kata Hasanuddin. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar