Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pandemi, Jumlah Hewan Kurban LDII Jember Justru Meningkat

Jember (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 memicu krisis ekonomi. Namun ternyata kondisi ekonomi yang sulit tak menyurutkan warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk menyembelih hewan kurban tahun ini.

Tahun lalu, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jember menerima 80 ekor sapi dan 96 ekor kambing untuk disembelih dan dibagikan dagingnya kepada masyarakat. Namun dalam Iduladha tahun ini, terjadi peningkatan. Ada 91 ekor sapi dan 117 ekor kambing yang disembelih.

“Saking banyaknya, kami menyembelihnya dalam tiga hari sesuai dengan protokol yang diinstruksikan pemerintah,” kata Sirojudin, Ketua Bidang Bagian Pendidikan Agama dan Dakwah DPD LDII Jember, Selasa (20/7/2021).

Penyembelihan juga dilakukan terpencar di sejumlah masjid di beberapa kecamatan. “Kami juga harus menyampaikan langsung bingkisan daging ke rumah warga dan tidak pakai kupon, untuk menghindari kerumunan dan antrean,” kata Sekretaris DPD LDII Jember Agung Pangaribowo.

Tidak berpengaruhnya krisis ekonomi yang dipicu pandemi terhadap minat warga LDII Jember untuk menyembelih hewan kurban saat Iduladha, menurut Ketua DPD LDII Jember Akhmad Malik Afandi, tak lepas dari metode yang diterapkan organisasi tersebut.

“Metode yang digunakan adalah sistem menabung satu tahun sebelumnya, yaitu dengan membagi sesuai kemampuan jemaah kami. Istilahnya, ekonomi warga LDII itu seperti air: ada yang mili, menetes, mancur, dan nggerojok, atau mengalir sesuai dengan kemampuannya, Maka mereka sdh mennabung satu tahun sesuai dengan kemampuan masing-masing,” kata Malik.

“Dengan sistem seperti ini mereka tidak berat dalam berkurban. Selain itu pengurus LDII selalu aktif memberikan pengajian tentang kefadholan berkurban kepada warga kami. Istilahnya, al ilmu qobla amal atau tahu ilmunya sebelum mengamalkan, sehingga dalam kondisi pandemi seperti ini pun semangat berkurban tetap tinggi,” kata Malik.

Menunaikan ibadah kurban pada masa pandemi juga memiliki makna yang berbeda dibandingkan sebelumnya. “Makna berkurban adalah meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan kepedulian kepada sesama, terutama saat pandemi seperti ini. Sudah saatnya kita semua bergandengan tangan untuk mengatasi cobaan pandemi ini,” kata Malik.

LDII Jember juga memberdayakan para petani-peternak dengan membeli langsung sapi dan kambing dari mereka. “Insya Allah dengan selalu meningkatkan kepedulian kepada sesama, maka cobaan ini menjadi ringan dan Insya Allah akan mendapat pertolongan dari Allah,” kata alumnus Himpunan Mahasiswa Islam Fakultas Pertanian Universitas Jember ini. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar