Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pandemi Covid, 195 Calon Jemaah Ajukan Pembatalan Haji di Kemenag Kabupaten Mojokerto

Kasi PHU, Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 berimbas pada perekonomian masyarakat cukup terasa. Data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, mulai bulan Januari hingga Agustus 2021 ada sebanyak 195 warga yang membatalkan keberangkatan karena butuh dana.

“Masa pandemi, untuk pendaftar tidak begitu banyak perubahan. Walaupun memang ada sedikit tapi kalau persentase masih kisaran 80 persen antusias masyarakat untuk mendaftar,” ungkap Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Kasi PHU), Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali, Kamis (2/9/2021).

Antusias warga Kabupaten Mojokerto untuk mendaftar haji di Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, jelas Mukti berbanding terbalik dengan mereka yang mengajukan pembatalan haji. Pembatalan haji di Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto mulai bulan Januari hingga Agustus ada sebanyak 195 warga.

“Pembatalan angkanya juga tinggi. Januari sampai Agustus 2021 sudah ratusan, padahal biasanya tahun sebelumnya, sebelum pandemi itu hanya puluhan. Alasan pembatalan karena butuh dana, karena memang pandemi. Mereka yang korban PHK, mereka yang sudah tidak punya penghasilan sama sekali,” jelasnya.

Mukti menjelaskan, mulai bulan Januari sampai dengan bulan Agustus 2021, sudah ada 195 pengajuan pembatalan. Dari 195 pengajuan pembatalan tersebut dengan rincian, pembatalan meninggal sebanyak 89 dan pembatalan hidup atau mengundurkan diri sebanyak 106.

“Pelimpahan porsi 80 pengajuan, yang sudah di biometric 57. Jadi rata-rata pembatalan itu justru pembatalan aktif, pembatalan hidup. Di masa pandemi sejak ada aturan pelemparan porsi tahun 2017, mereka yang wafat itu relatif dilimpahkan ke ahli waris. Tapi terkait dengan pembatalan ini, ini hampir 80 persen karena butuh dana,” urainya.

Sekitar 80 persen warga Kabupaten Mojokerto yang mengajukan pembatalan haji lantaran butuh dana karena dampak pandemi Covid-19? Masih kata Mukti, untuk proses pengajuan pembatalan haji di Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto tidak lama yakni sembilan hari kerja.

“Itu hanya gambaran saja betapa angka pembatalan itu tinggi sekali. Kita melihatnya di Januari sampai Agustus 2021, pembandingnya itu sudah 195. Padahal sebelum pandemi, enam bulan kisaran 25-30 yang pengajuan pembatalan. Tapi kemarin itu, saya lihat sampai 100 an. Berarti kan luar biasa,” tegasnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar