Politik Pemerintahan

Pandemi Covid-19, Pemohon Baru e-KTP di Kabupaten Mojokerto Melonjak

Kantor Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto: dok]

Mojokerto (beritajatim.com) – Selama pandemi Covid-19, jumlah pemohon Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto melonjak. Jumlah pemohon baru masih mendominasi dengan rata-rata kurang lebih sekitar 2.000 orang dalam satu pekan.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto, Bambang Wahyuadi mengatakan, pemohon e-KTP didominasi pemohon pemula. “Mayoritas pemohon e-KTP baru adalah berasal dari kalangan pelajar sekolah SMA sederajat dan sebagian dari masyarakat umum,” ungkapnya, Sabtu (22/8/2020).

Perekaman identitas penduduk sebelum usia 17 tahun diperbolehkan namun e-KTP tidak bisa dicetak dan baru dapat dicetak setelah usia 17 tahun. Data Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto menyebutkan, jumlah pemohon e-KTP baru rata-rata kurang lebih sekitar 2.000 orang dalam satu pekan.

“Yang banyak yakni pemohon e-KTP dari usia pemula atau baru karena usia 17 tahun yaitu pelajar SMA. Kita sebenarnya mau jemput bola karena pemohon terbanyak didominasi pelajar SMA, yakni mendatangi sekolah tapi sampai sekarang masih terkendala karena para siswa masih daring,” katanya.

Bambang menjelaskan, pengerjaan e-KTP di Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto yang selesai cetak rata-rata mencapai kurang lebih 400 keping setiap hari. Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto tetap membuka pelayanan secara online sembari menunggu aktivitas sekolah kembali normal.

“Pelaksanaan perekaman e-KTP sendiri sesuai nomor urut pemohon melalui online yang dihubungi untuk melakukan foto di kantor. Antrean masih ada, dalam pekan ini khusus pemohon e-KTP yakni mereka yang melakukan perekaman dan legalisir surat dokumen Adminduk karena mekanisme perekaman e-KTP memang perlu menghadirkan yang bersangkutan untuk foto dan lainnya,” jelasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar