Politik Pemerintahan

Pandemi Covid-19, Pemkot Kediri Prakarsai Belanja Online Subsidi

Plt Kepala Disperindag Kota Kediri, Nur Muhyar (tengah).

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat tengah memikirkan formula sistem belanja online bersubsidi di tengah pandemi Covid-19. Gagasan ini untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh paket sembako murah bersubsidi.

Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Kota Kediri Nurmuhyar mengatakan, program ini dipersiapkan sebagai pengganti operasi pasar secara konvensional. Operasi pasar dengan sistem lawas ini dipastikan tidak bisa dilaksanakan mengingat situasi pandemi seperti sekarang, setiap orang wajib mentaati protokol kesehatan.

Oleh sebab itu, Pemkot Kediri terus menggalakkan sistem belaja online untuk meminimalisir interaksi sosial masyarakat. Akan tetapi ihwal program belanja online subsidi ini masih dirancang oleh Disperindag untuk menentukan formula yang tepat.

“Kita menggalakan belanja online, kalau OPS bersifat konvensional kita menghitung cara penyelengraanya. Maka ini kita coba rancang, belanja online termasuk nanti bisa disubsidi oleh Pemerintah, sebagai pengganti operasi pasar,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri.

Teknis pelaksananya nanti, imbuh Nur Muhyar, pelayanan pembelian akan dicover langsung oleh salah toko online yang bekerjasama dengan pemerintah. Karena untuk biaya operasional dan pendistribusiannya disubsidi oleh pemerintah maka dipastikan harganya lebih murah jika dibandingkan harga sembako dipasaran pada umumnya.

Lebih lanjut, mantan Camat Mojoroto ini menegaskan jika ketersediaan stok sembako pada saat lebaran dikota Kediri masih relatif aman. Artinya sejumlah komoditi kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat masih tersedia dipasaran. Ia tidak memungkiri jika ada beberapa komoditas yang mulai merangkak naik mendekati lebaran. Komoditas yang dimaksud diantaranya gula dan bawang merah.

“Hanya saja memang, masih ada harga yang sedikit naik, atau memang sekian waktu naik belum bisa turun. Antara lain gula dan bawang merah. Dua komoditi sampai sekarang diatasi HET atau ditas harga normal,” tutupnya. [nm/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar