Politik Pemerintahan

Pandemi Covid-19, Jumlah Adopsi Anak di Jatim Menurun

Kepala Dinsos Jember Widi Prasetyo (kanan) dan Kepala UPT PPSAB Dwi Antini Sunarsih. [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 membuat proses adopsi anak di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Dinas Sosial Jawa Timur berjalan lebih ketat.

Kepala UPT PPSAB Dwi Antini Sunarsih mengatakan, pada masa awal pandemi Covid-19, kunjungan ke panti PPSAB diperketat. “Lagi-lagi hangatnya Covid, ada WFH (Work From Home). Ada sembilan anak yang reaktif saat kami tes rapid. Tidak ada yang positif. Tapi pegawainya ada yang positif (terkena Covid). Pegawai yang sering menerima tamu lho positif,” katanya di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Jember, Selasa (9/3/2021).

Menurut Antini, memang ada pemeriksaan sesuai protokol kesehatan saat tamu datang berkunjung. “Tapi dia kan bisa saja tanpa gejala,” katanya.

PPSAB membuka peluang masyarakat mengadopsi anak. Selain pemenuhan syarat administratif oleh calon orang tua angkat, petugas PPSAB akan mengecek kondisi faktual di lapangan. “Mereka kan harus menyampaikan surat permohonan. Kami melihat profil mereka seperti apa. Apakah betul kenyataan yang disampaikan. Kondisi sosialnya mampu atau tidak. Bukan hanya kondisi sosial ekonomi, tapi secara kejiwaan apakah mampu merawat anak,” kata Antini.

Andi menegaskan, calon orang tua angkut tidak perlu membayar untuk mengadopsi anak. “Kami dicalonkan untuk zona integritas,” katanya. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar