Politik Pemerintahan

Pandemi Covid-19, Ipong Serap Aspirasi Lewat Warung Kopi

Cabup Ipong Muchlissoni saat berbincang dengan warga di warung kopi. [foto/Istimewa]

Ponorogo (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 membatasi kegiatan kampanye pasangan calon (paslon) yang ikut dalam Pilkada 2020. Tak seperti sebelum-sebelumnya yang bisa mengerahkan banyak massa. Bisa lewat konser musik, pengajian, reyogan, wayangan.

Namun, saat ini hal-hal tersebut semua tidak diperbolehkan, bahkan untuk suatu kegiatan pun dibatasi maksimal hanya 50 orang. Paslon dan tim suksesnya harus memutar otak, supaya program kerja yang ditawarkan bisa efektif dan efisien diketahui banyak orang meski dalam keterbatasan.

Paslon bupati dan wakil bupati Ipong-Bambang mempunyai cara tersendiri untuk mengenalkan programnya kepada khalayak ramai. Yakni dengan keluar masuk warung kopi yang ada di wilayah Ponorogo. Calon bupati (cabup) Ipong Muchlissoni menyebut dengan dari warung ke warung yang dia lakukan menurutnya lebih efektif.

“Kalau alasan sederhananya ya kampanye di masa pandemi, saat ini semua gerak dibatasi. Saya pikir dari warung ke warung lebih efektif, yang penting ketemu masyarakat,” kata Cabup Ipong, Minggu (18/10/2020).

Mengapa sambang warung menurutnya efektif, sebab kata Ipong warung kopi di bumi reyog ini ada lebih dari 1000 warung. Selain itu, juga kebiasaan orang Ponorogo itu suka ngopi di warung. Bahkan sampai ada sebutan kalau wong (orang) Ponorogo adalah singowande. Artinya singo itu berani, wande itu warung. Jadi, orang Ponorogo berani ke warung.

“Saya juga cocok dengan kopi warung yang rasanya pahit. Jadi bisa diibaratkan jangan bilang berani menjalani hidup yang pahit sebelum minum kopi pahit,” canda Ipong.

Selain mengutarakan program kerjanya kepada orang yang ada di warung, dengan mengunjungi warung kopi juga efektif menyerap aspirasi dari warga. Kebanyakan mereka mengutarakan masalah jalan dan penyediaan lapangan kerja. Dalam kesempatan tersebut, Ipong juga mengkampanyekan disiplin protokol kesehatan. Dengan memakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak.

“Saya sehari bisa keluar masuk 5 warung kopi. Kalau tiba waktunya salat, ya salat di masjid dekat warung kopi tersebut,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar