Politik Pemerintahan

Pandemi Corona, Whisnu Sakti Minta PD Pasar Surya Tidak Panik

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana meminta Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya tidak panik dalam menyikapi persoalan pandemi corona.

Menurutnya, kondisi penanganan dan pencegahan covid-19, harus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Baik Dinas Kesehatan maupun ahli Kesehatan Masyarakat di Surabaya. “Jangan panik. Pencegahan dan penanganan di pasar tradisional harus terencana dan tidak gegabah,” katanya, Sabtu (4/4/2020).

Pencegahan secara terencana yang dimaksud adalah, bagaimana mematuhi himbauan tentang social distance kondisi di sejumlah pasar tradisional.

PDPS diminta memberikan edukasi bagaimana pola berbelanja dengan anjuran memakai masker, dan mengatur jarak antara sesama pedagang, dan pedagang dengan pembeli.”Setiap pasar haru diberi wastafel portable disetiap pintu masuk. Cek suhu tubuh seluruh pedagang dan pembeli,” ungkap pejabat yang akrab disapa WS ini.

Penyediaan Hand Sanitizer dan pengawasan higienitas kondisi pasar tradisional dikatakan WS harus dipatuhi. “Pedagang dan Stakeholder pasar saling gotong-royong supaya pasarnya bersih dan higienis. Tidak malah panik dan terburu-buru memutuskan penutupan pasar,” ungkap mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini.

Penutupan pasar tradisional, dikatakan alumus ITS Surabaya ini dampaknya begitu besar. Sebab, pasar jenis ini adalah jantung perekonomian terkecil.

Dalam sebuah pasar memiliki rantai nilai dalam hukum ekonomi. Baik supply, demand, dan rantai nilai produksi, konsumsi, dan distribusi. “Satu saja terputus maka akan menjadi sebuah kepanikan dalam sistem ekonimi. Ini harus diperhatikan oleh pengelola pasar dalam masa pandemi ini,” tegas WS.

Masukan ini sedianya akan dikoordinasikan dengan Walikota Surabaya untuk mengambil langkah strategis dalam pencegahan corona. “Kami berharap penanganan bisa strategis dan terus bergotong-royong,” pungkas dia. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar