Politik Pemerintahan

PAN-Demokrat Tabrak Pakem, Buka Pendaftaran Cabup Jember di Kafe

Jember (beritajatim.com) – Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menabrak pakem dalam urusan pendaftaran calon bupati.

Sama-sama punya dua kursi di DPRD Jember, dua partai memilih membuka pendaftaran bersama bagi siapapun yang ingin direkomendasikan jadi calon bupati. Biasanya partai lebih suka membuka pendaftaran sendiri daripada bersama.

Tak hanya itu. Bukannya menjadikan kantor partai sebagai sekretariat pendaftaran seperti yang lazim dilakukan partai lain selama ini, kedua partai sepakat menjadikan Kafe Pojok Bangka sebagai tempat pendaftaran. Pendaftaran dibuka pada 19-21 Februari 2020.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember Agusta Jaka
Purwana menjelaskan, kebersamaan partainya dengan PAN bisa dilacak sejak dari pusat. “Kita tak bisa menghilangkan sejarah kalau Pak Hatta Rajasa besanan dengan Pak SBY. Jadi ketika DPC di Jember melanjutkan itu, tak ada yang salah karena di DPP (Dewan Pimpinan Pusat) ada suasana kekeluargaan antara PAN dengan Demokrat,” katanya.

“Di Jember, Demokrat soul mate-nya dengan PAN. Pendaftaran bersama sudah kami konsultasikan ke Dewan Pimpinan Pusat dan mereka setuju,” tambah Agusta.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Jember Lilik Niamah membenarkan jika kedua partai sering berkomunikasi, terutama sejak pembentukan Kaukus Perubahan. “Kami bukan koalisi pragmatis,” kata Sekretaris DPD PAN Jember Edi Wicaksono.

Namun kenapa dibuka di kafe? “Kami sepakat memang partai kami kecil, masing-masing hanya punya dua kursi di DPRD Jember. Tapi yang tak boleh dikecilkan adalah kreativitas kami dalam menyentuh hati calon pemilih,” kata Nyoman Aribowo, anggota DPRD Jember dari PAN.

“Kami akan tunjukkan kepada calon bahwa ini partai kreatif dan menarik. Sekarang ini kan era milenial. Semua berebut branding milenial. Karena ini kontestasi politik, kami berebut pasar, ya kami juga bersepakat merebut pasar milenial,” kata Nyoman.

Kafe adalah salah satu simbol sosial generasi milenial. “Kami juga ingin calon (bupati) bisa duduk-duduk santai sambil mengisi formulirnya. Kami memang desain begitu,” kata Nyoman.

Nyoman menawarkan konsep pemenangan yang kreatif. “Kami creative coalition,” katanya.

“Kami ini ahli marketing. Kami ahli strategi, ahli kreativitas. Dari konsep pendaftaran saja berbeda. Kami pastikan calon (bupati) yang datang nanti akan menerima perlakuan dan situasi berbeda. Kami jamin. Siapapun yang daftar akan mengalami sesuatu yang menarik dan beda,” kata Nyoman.

Edi Wicaksono menambahkan, pihaknya ingin memudahkan para calon. “Daftar satu bisa dapat dua,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar