Politik Pemerintahan

Pamekasan Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Jatim 2021

Pamekasan (beritajatim.com) – Kesuksesan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-29 Tingkat Kabupaten yang digelar di Pamekasan, Selasa hingga Kamis (11-13/8/2020) diharapkan dapat menjadi motivasi untuk pelaksanaan serupa yang akan digelar di wilayah setempat.

Terlebih  pelaksanaan serupa tingkat regional, kabupaten Pamekasan bakal menjadi tuan rumah MTQ ke-29 Tingkat Provinsi Jawa Timur 2021. Sehingga hal tersebut dapat menjadi momentum tepat, sekaligus menjadi ajang promosi potensi Kabupaten Pamekasan.

“Pasca MTQ ini, kabupaten Pamekasan akan menjadi tuan rumah MTQ Ke-29 Provinsi Jawa Timur pada 2021. Di mana pada ajang itu, nantinya akan ada sekitar 1.900 peserta dari 38 provinsi di Jawa Timur yang akan hadir ke kabupaten Pamekasan,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Sabtu (15/8/2020).

Kondisi tersebut dinilai nantinya dapat memberikan dampak positif bagi berbagai sektor pembangunan di kabupaten Pamekasan. “Dampak positif ini salah satunya uuntuk sektor pemerintahan di kabupaten Pamekasan, tidak terkecuali pada sektor ekonomi,” ungkapnya.

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (kiri) memberikan trophy dan penghargaan kepada pemenang MTQ Ke-29 Tingkat Kabupaten Pamekasan, Kamis (13/8/2020).

“Pada momentum tersebut, tentunya perputaran uang akan terjadi di kabupaten Pamekasan selama pelaksanaan MTQ. Lebih-lebih apabila beragam jenis sovenir seperti kopyah, batik atau apapun hasil kreasi masyarakat Pamekasan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menyimpaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesuksesan pelaksanaan MTQ 29 Tingkat Kabupaten Pamekasan 2020. tidak terkecuali bagi para pemenang yang mampu mengharumkan nama baik dari kecamatan yang mereka wakili.

“Kami ucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya pelaksanaan MTQ ke-29 ini. Semoga MTQ ini bisa menginspirasi generasi muda, tidak hanya menghafal (Al-Qur’an), tetapi menghafal dan menjalankan Amaliah Qur’ani,” tegas bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut.

Tidak hanya itu, pelaksanaan MTQ tersebut juga diharapkan dapat melahirkan kader Qur’ani yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi tidak cukup hafal dan fasih saja, tetapi nilai-nilai Alquran harus menjadi ruh dalam bersosial, beragama, berbangsa dan bernegara,” imbaunya.

“Pelaksanaan MTQ ini diharapkan bisa menciptakan atmosfer kebanggaan kita semua kepada Alquran, karena kalau setiap hari suasana kita ada Alquran, maka orang akan tersentuh hatinya. Sehingga akan banyak melahirkan kader hafidz dan hafidzah di masa mendatang,” pungkasnya. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar