Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pak Antok Pastikan PKL Alun–Alun Ngawi Rasakan Efek Pelonggaran PPKM

Wabup Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat berdialog dengan PKL Ngawi di Alun–Alun setempat, Rabu (11/8/2021) (foto: Prokopim Pemkab Ngawi)

Ngawi (beritajatim.com) – Strategi gas dan rem antara sektor kesehatan dan ekonomi dalam penanganan Covid-19 dilaksanakan di Kabupaten Ngawi, setelah kemarin pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan perpanjangan PPKM dengan Inmendagri No. 30 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 di wilayah Jawa dan Bali.

Level Kabupaten Ngawi mulai turun level dari sebelumnya level 4 menjadi PPKM Level 3. Beberapa penyesuaian pun diterapkan salah satunya yakni penyesuaian pelonggaran bagi pedagang kaki lima (PKL) .

Untuk memastikan pelonggaran berjalan dengan baik. Pagi ini, Rabu (11/08/21) Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko didampingi sejumlah kepala OPD terkait menemui sejumlah penjual PKL disekitaran Alun-Alun Ngawi.

Wabup memanfaatkan moment ini untuk berkomunikasi langsung dengan PKL, mendengar dan menyerap keluhan dari PKL selama masa PPKM.

“Dengan turunnya level di Kabupaten Ngawi ini memberi angin segar bagi pedagang, namun tetap kita tata kembali, salah satunya yang biasa berdagang di area Alun-Alun bagian dalam kita pindahkan dan sediakan tempat di kantong- kantong parkir sekitaran Alun-Alun, hal ini untuk mengurangi mobilitas masyarakat di area Alun-Alun” kata Antok, sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko.

Dia berharap dengan turunnya mobilitas masyarakat di dalam Alun–Alun bisa mengurangi kemungkinan penularan Covid-19. Sehingga, PKL masih bisa tetap berjualan dengan nyaman.

‘’Jadi, baik PKL dan pengunjung Alun – Alun bisa terlindungi dari Covid-19. Dengan skema ini semoga pencegahan bisa efektif tanpa mengakibatkan kerugian bagi PKL,’’ terang Antok. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar