Politik Pemerintahan

Pasien Positif Covid-19 Bertambah

PAD Sektor Wisata Gresik Diprediksi Turun 30 Persen

foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)– Imbas penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Gresik menyebabkan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata khususnya wisata religi mengalami penurunan 30 persen.

Saat ini, berdasarkan data per 5 April 2020 dari Gugus Tugas Covid-19 Gresik, pasien yang positif bertambah lagi. Dari semula 4 orang menjadi 5 orang. Pasien asal Kecamatan Benjeng tersebut masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Gresik.

“Kondisi pasien yang bersangkutan terus membaik,” ujar juru bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik drg Saifuddin Ghozali, Minggu (5/4/2020).

Sementara untuk orang tanpa gejala (OTG) masih berjumlah 40 orang. Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) bertambah 16 menjadi 685. Serta pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 1 orang menjadi 58. “Kesembuhan PDP hari ini ada tambahan 1. Sehingga menjadi 11 orang yang sudah sembuh,” papar Ghozali.

Memang dari ke hari kasus ODP maupun PDP mengalami peningkatan. Namun jika dilihat dari kenaikannya tidaklah ekstrem. Naik hanya sedikit.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik, AH. Sinaga mengatakan, dampak Covid-19 sangat terasa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sektor wisata religi selalu menyumbang pendapatan sektor wisata mencapai 80 persen.

Menjelang bulan puasa seperti ini pengunjung wisata di Makam Sunan Malik Ibrahim dan Sunan Giri bisa mencapai 10 ribu sehari. Namun, sejak mewabahnya corona, wisata-wisata itu ditutup. “PAD sektor pariwisata bakal turun drastis,” katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Syahrul Munir mengatakan, pihaknya ingin pemerintah memikirkan persoalan ini dengan melakukan inovasi setelah wabah covid-19 berakhir. “Kendati tidak bisa mencapai target yang ditentukan, setidaknya bisa mengejar,” cetusnya.

Menurutnya, pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata ini setiap tahunnya mencapai Rp 2,25 miliar. Sedangkan tahun 2020 ini, dari sektor wisata ditarget Rp 2,5 miliar. Itu termasuk pajak dan retribusi. “Padahal jelang puasa ini pengunjung wisata sedang banyak-banyaknya. Kami memprediksi bisa turun 30 persen,” tandasnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar