Politik Pemerintahan

PAD Sektor Pariwisata Lumajang Terjun Bebas

Lumajang (beritajatim.com) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lumajang dari sektor Restoran, Rumah Makan, Hotel dan Pariwisata dipastikan mengalami penurun lebih dari 50 persen. Khususnya sektor pemasukan dari Retribusi Obyek Wisata yang tutup lebih sebulan.

“Meski belum dihitung. Pasti turun drastis, ojo ditanya lagi,” ujar Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Selasa (21/4/2020).

Menurut dia, sektor ini yang paling berdampak dan dirasakan, karena tempat berkunjung masyarakat ditutup untuk antisipasi penularan corona. Orang dilarang berkumpul dan obyek wisata baik dikelola pemerintah serta kelompok masyarakat.

“Tak ada pemasukan, para pedagang dan pemilik warung di obyek wisata tutup,” jelasnya.

PAD dari sektor wisata dikelola kelompok masyarakat terdampak dengan para petugasnya harus mencari pekerjaan lain. Sedangkan para pemilik warung bertahan hidup dari tabungannya.

“Kalau yang punya sawah berharap dari sana,” terangnya.

Obyek wisata yang dikelola Pemkab Lumajang oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan seperti Pemandian Alam Selokambang dan Water Park sudah tutup terlebih dahulu. Bahkan para pengelolanya hanya memperbaiki fasilitas umum di obyek wisata.

“Mati suri, semoga usai corona, Lumajang bangkit dan menjadi salah satu tempat kunjungan wisata di Jatim dan luar negeri,” pungkasnya. [har/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar