Politik Pemerintahan

PAD Kabupaten Malang 2020 Turun Akibat Covid-19

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang. (Foto: Brama Yoga/Beritajatim.com).

Malang (beritajatim.com) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang mengalami penurunan di tahun 2020 lalu. Hal itu terbukti dari LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Bupati Malang tahun 2020 pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Selasa (30/3/2020) siang.

“Ya, dibanding tahun 2019 lalu mengalami penurunan PAD. Namun sudah melebihi dari yang ditargetkan,” ungkap Bupati Malang, HM Sanusi usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang.

Diketahui, target PAD Kabupaten Malang tahun 2020 senilai Rp 3 Miliyar lebih. Tepatnya Rp 3.814.240.347.238,59, dan realisasinya mencapai 102,94 persen.

“Mayoritas PAD Kabupaten Malang bersumber dari pajak daerah dan retribusi,” paparnya.

Tingkat penurunan PAD tersebut, menurut politisi PDIP itu akibat adanya kendala penarikan yang tidak intens karena pandemi Covid-19. Sehingga banyak hal yang harus dilakukan secara daring

“Kedepan, kita (Pemkab Malang) akan lebih menggenjot penarikan daring itu untuk lebih optimal,” ujarnya.

Pasalnya, DPRD Kabupaten Malang, menurut Sanusi masih menargetkan PAD Kabupaten Malang meningkat lagi dibanding tahun 2020 lalu.

“Sektor pendapatan yang akan lebih kita genjot diantaranya, yakni pajak hotel hotel, restoran, serta (PBB)Pajak Bumi dan Bangunan di wilayah Kabupaten Malang,” pungkas Sanusi. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar