Politik Pemerintahan

Packing dan Pemasaran Jadi kelemahan WUB di Pamekasan

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam memberikan sambutan dalam kegiatan resmi di Peringgitan Dalam Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, berencana memberikan pelatihan tambahan bagi masyarakat yang bergerak di bidang usaha, khususnya mereka yang tergabung dalam program WiraUsaha Baru alias WUB.

Pelatihan tambahan bagi masyarakat yang melaksanakan salah satu program pemerintah yang dikenal dengan sebutan program Saputangan Biru (nama lain dari istilah WUB), diperuntukkan pada aspek pengemasan dan pemasaran produk.

Selama ini, satu dari lima program prioritas Bupati Badrut Taman sudah mulai berjalan dan tersebar hampir di seluruh kecamatan di Pamekasan. Terlebih selama ini materi yang dibagikan bagi para peserta WUB hanya sebatas pelatihan produksi, pemberian alat produksi dan modal.

“Secara prinsip, keinginan kami untuk program WiraUsaha Baru ini tidak cukup hanya sekedar memberikan pelatihan produksi maupun pemberian alat dan modal. Tetapi pemasaran dan pengemasan masih menjadi kendala bagi peserta WiraUsaha Baru,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Jum’at (26/3/2021).

Kondisi tersebut membuatnya berinisiatif untuk kembali menggembleng para peserta WUB agar mendapatkan bekal mempuni agar mereka dapat mandiri. “Jadi kelemahan kita di packing dan pemasaran, sehingga proses packing dan pemasarannya itu perlu pelatihan tambahan dan perlu kita tingkatkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ditegaskan, inisiasi tersebut tidak lepas dari komitmennya untuk meningkatkan sektor kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui program WUB yang menjadi salah satu program prioritas yang digagasnya bersama Almarhum Raja’e.

“Orientasi dari program WiraUsaha Baru ini sebagai upaya dan ikhtiar kami untuk menghidupkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat desa/kelurahan. Bahkan sebagian ada yang menginginkan tambahan, tapi nanti kita lihat apakah APBD kita cukup atau tidak, semoga tahun (2021) ini ada tambahan yang lebih banyak,” tegasnya.

Seperti diketahui, Bupati Badrut Tamam memiliki komitmen untuk mewujudkan WiraUsaha Baru sebagai bentuk ikhtiar menggali potensi daerah dari berbagai aspek, khususnya demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi.

Bahkan hal tersebut disampaikan saat mengukuhkan ribuan peserta calon WUB di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Rabu (29/7/2020) silam. “Program ini merupakan salah satu upaya kami bersama Pak Wabup (Raja’e) untuk mewujudkan wirausahawan baru di kabupaten Pamekasan,” kata Badrut Tamam.

Melalui program tersebut, pihaknya juga berupaya membantu permodalan calon wirausahawan baru melalui perbankan dengan bunga hanya 1 persen dan sisanya akan ditanggung oleh pemerintah kabupaten. Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang selama ini tidak tereksplor dengan baik.

Tidak hanya itu, setelah program tersebut sukses dengan penerapan beragam model berbeda, juga diharapkan dukungan penuh dari masyarakat agar bersama-sama menggunakan produk lokal Pamekasan dari hasil WUB, semisal songkok, ikat pinggang, sepatu, makanan ringan dan lainnya.

Lima program prioritas yang digagas pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Badrut Tamam, meliputi bidang reformasi birokrasi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan bidang ekonomi. Bahkan semua program tersebut dianggap tidak ada yang nomor dua dan semuanya dianggap program nomor satu.

Terlebih dari beragam program prioritas tersebut, juga mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat. Seperti sektor ekonomi dengan program WUB, sektor kesehatan melalui program Pamekasan Call Care dengan Mobil Sigap, sektor pendidikan dengan program beasiswa santri, serta pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar