Politik Pemerintahan

PAC PDIP di Surabaya Tegaskan Belum Ada SK Pengurus DPC Baru

Surabaya (beritajatim.com) – Para Ketua PAC PDIP di Kota Surabaya kini mempertanyakan pihak yang mengklaim telah memiliki SK resmi kepengurusan baru di DPC PDIP Surabaya. Hal ini mengingat, status kepengurusan dibawah Whisnu Sakti Buana sekarang berstatus demisioner.

Ketua PAC Bulak Riswanto misalnya. Ia menegaskan jika SK resmi pengurus baru hingga kini belum ada. “Karena belum ada SK resmi. Sifatnya masih rancangan. Itu yang perlu diluruskan. Jangan pernyataan Saya dipelintir seolah-olah Saya menolak keputusan Ketua Umum,” tegasnya.

Senada, Ketua PAC Simokerto Widyanto juga mencetuskan hal serupa. Pria yang terkenal kritis ini meminta pihak yang melakukan klaim memberikan bukti kongkrit. “Kalau ada SK, berapa nomor SKnya,” cetusnya.

“Saya yang hadir di Konfercab mendengar sendiri bahwa DPP mengatakan jika mereka membacakan rancangan rekomendasi. Bahkan belum rekomendasi,” ujar Widyanto lebih lanjut.

Ia pun menegaskan jika hingga saat ini belum ada hasil resmi terkait hal itu. “Karena rancangan itu mendapatkan penolakan dari seluruh PAC yang hadir disana,” tegasnya.

“Jadi hingga kini masih berstatus quo. Masih diskors untuk kemudian dibahas di DPP untuk mengurai masalah,” tambah Widyanto.

Pria yang akrab disapa Wiwid pun menilai agar DPP segera ambil sikap untuk menilai masalah ini. “Pihak DPP jangan menunda-nunda waktu lagi. Harus segera diurai masalah ini,” cetusnya.

“Kalau tidak ini taruhannya besar. Nama PDIP bisa semakin tercoreng jika DPP terlalu berlarut dalam mengurai masalah,” pungka Widyanto.

Sebagai informasi, konflik di tubuh PDIP Surabaya bermula saat posisi Whisnu Sakti Buana sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya digantikan oleh Adi Sutarwiyono pada Konferensi Cabang Zona Surabaya yang digelar DPD PDIP Perjuangan Jatim pada Hari Minggu (7/7/2019).

Adi Sutarwiyono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya terpilih dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat bersama dengan Taru Sasmita sebagai Bendahara dan Baktiono selaku Sekretaris. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar