Politik Pemerintahan

P-APBD 2020 Gresik Difokuskan untuk Penanganan Covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Sesuai keputusan rapat paripurna DPRD Gresik dengan agenda Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) menetapkan nota Perubahan APBD (P-APBD) Gresik 2020 bersama eksekutif difokuskan ke penanganan Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, disepakati bahwa anggaran pendapatan daerah berubah menjadi Rp 2,854 triliun dan belanja daerah menjadi Rp 3, 316 triliun. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Banggar DPRD Gresik Abdul Qodir.

Menurut politisi asal Fraksi PKB itu, dalam penambahan, pengurangan dan pergeseran anggaran 2020. Intinya tetap memprioritaskan penanganan Covid-19. “Anggaran P-APBD 2020 juga digunakan untuk dampak yang ditimbulkan, termasuk optimalisasi program dan kegiatan supaya dapat mencapai target yang sudah ditetapkan,” ujarnya, Senin (7/09/2020).

Dalam masa pasca pandemi nanti lanjut Abdul Qodir, tentu memaksa pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian pendapatan dan belanja.

“Tentunya semua itu berpedoman pada PP 12 tahun 2019 tentang Pengelolahan keuangan daerah. Termasuk dalam rangka penanganan pandemi covid-19 dengan memperhatikan Perpu 1 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi,” kata Abduo Qodir.

Pada penyampaian nota Ranperda P-APBD 2020, diketahui bahwa target pendapatan asli daerah (PAD) sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp 1,163 triliun. Namun, setelah perubahan APBD diperkirakan turun menjadi Rp 851 milyar. “Berkurang sebesar Rp 312 miliar, jika diprosentase setidaknya turun sebesar 26,85 persen,” Abdul Qodir.

Untuk target Dana Perimbangan 2020 sebelum P-APBD ditetapkan sebesar Rp 1,498 triliun, setelah perubahan turun sebesar 9,52 persen menjadi Rp 1,355 triliun. Target lain – lain pendapatan daerah yang sah sebelum P-APBD ditetapkan sebesar rp 752 miliar. Setelah perubahan, diperkirakan berkurang menjadi Rp 642 miliar

“Yang terpenting, dalam setiap pembahasan dan keputusan yang diambil terutama terkait dengan mekanisme penganggaran selalu disertai dasar hukum. Oleh karena itu harus ada komitmen untuk melaksanakan APBD di semester kedua ini,” Abdul Qodir menutup pembicaraan

Adanya perubahan P-APBD itu disambut positif Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Menurutnya, hasil keputusan P-APBD tersebut. Selama menjabat. Tahun ini perubahan anggaran cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena hampir dialami oleh seluruh OPD. “Secepatnya kami mengirim hasil keputusan ini ke Gubernur untuk meminta persetujuan. Selanjutnya, berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera direalisasikan,” pungkasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar