Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Operasi Yustisi Gabungan Lamongan Jaring 5 Pelanggar Prokes di Hari ke-5 PPKM Darurat

Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka mengedukasi masyarakat dan mencegah penyebaran Covid-19 serta pengendaliannya selama pemberlakuan PPKM Darurat, Polres Kabupaten Lamongan bersama Kodim 0812 serta instansi terkait melakukan Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan (prokes) pada sejumlah lokasi di Kawasan Lamongan, Rabu (7/7/2021).

Hal tersebut sesuai INMENDAGRI Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di wilayah Jawa-Bali, lalu Perda Provinsi No 2/2020 tentang perubahan atas Perda Provinsi No 1/20219 tentang penyelenggaraan Trantibum dan Linmas, dan Intruksi Bupati Lamongan Nomor 4 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Kabupaten Lamongan.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana S.I.K mengungkapkan, bahwa petugas Polres Lamongan akan bersikap tegas kepada masyarakat dalam penerapan prokes dan tak segan-segan menindak masyarakat yang tak mematuhi aturan. Hal itu semata-mata dilakukan demi memutus mata rantai lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Lamongan.

“Sasaran dalam pelaksanaan Operasi Yustisi ini yaitu masyarakat yang kedapatan tidak taat prokes dan tak memakai masker baik pejalan kaki, pengguna roda 2 maupun roda 4, kemudian terhadap pelanggar kami akan memberikan sanksi.” ungkap AKBP Miko.

Diketahui, kasus lonjakan baru Covid-19 di Kabupaten Lamongan mengalami peningkatan secara drastis, dibuktikan hanya tersisa 2 kecamatan yang masih berstatus zona hijau dari 27 kecamatan. Oleh sebab itu, lanjut Miko, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi prokes dan tidak keluar rumah kecuali jika terpaksa, itupun harus menerapkan 3 M secara ketat.

Lebih lanjut, AKBP Miko Indrayana menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas selama masa PPKM Darurat yang dilakukan sejak 3 Juli kemarin hingga 20 Juli mendatang. Menurutnya, Kesadaran masyarakat ini dinilai sangat penting untuk menekan penyebaran virus Corona. Sehingga kegiatan perekonomian bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Kita meminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan pemerintah terkait PPKM Darurat, yaitu mengurangi kegiatan dan berada di rumah saja,” tegasnya.

Dari data yang dihimpun, dalam Operasi Yustisi ini tercatat ada 5 orang pelanggar yang diproses secara Tindak Pidana Ringan (Tipiring), 4 pelanggar dengan sanksi sosial, dan 1 orang diproses dengan sanksi tertulis. Serta tidak ada penutupan sementara kegiatan / sita KTP maupun pencabutan ijin.

Lebih jauh, AKBP menyebutkan, bahwa Operasi Yustisi ini digelar di beberapa tempat di kawasan Lamongan, di antaranya di depan Polsek Kota Jalan Raya Sugio – Lamongan, di Pasar Burung Lamongan, Lik Cafe Bandara dan Soto Ayam yang berada di Jalan Andansari. “Hingga operasi prokes ini selesai, kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar