Politik Pemerintahan

Operasi Ketupat Semeru 2021, Polresta Mojokerto Terjunkan 393 Personel

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 digelar di Lapangan Patih Gajah Mada Polresta Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 393 personil TNI/Polri dan instansi terkait yang dilibatkan dalam pengamanan mudik lebaran di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 digelar di Lapangan Patih Gajah Mada Polresta Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjadi inspektur upacara dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021. Ning Ita (sapaan akrab, red) membacakan amanat Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Apel ini juga sekaligus pelepasan tim gabungan yang akan mengamankan larangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Ada sebanyak 235 personel Polri, 38 personel TNI, 120 personel instansi terkait yang kita terjunkan untuk berjaga di sejumlah pos pelayanan dan pos pengamanan yang ada di wilayah hukum Polresta Mojokerto,” ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi, Selasa (5/5/2021).

Ada tiga titik penyekatan di wilayah hukum Polresta Mojokerto yakni Gerbang Tol Penompo, Gerbang Tol Mojokerto Barat dan Simogragrok, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan tersebut sudah digelar uji coba beberapa hari lalu.

“Kita sudah uji coba beberapa lalu dengan tindakan putar balik terhadap kendaraan yang masih berani melaksanakan kegiatan mudik. Diharapkan masyarakat bisa memahami kebijakan pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik tahun ini,” katanya.

Pihaknya juga akan mengantisipasi jalur alternatif atau jalan tikus yang akan digunakan para pemudik masuk wilayah hukum Polresta Mojokerto. Kapolresta menegaskan, jika pihaknya sudah menginventarisir jalan tikus yang nantinya akan bekerja sama dengan warga masyarakat, selain juga menyiagakan petugas di jalan tikus tersebut.

“Terkait kejahatan jalanan maupun balap liar dan minuman keras, kita akan gelar patroli bersama stakeholder terkait untuk mengantisipasi hal ini. Untuk takbir keliling, tidak diperbolehkan namun jika dilakukan dengan jalan kaki masih diperbolehkan karena hanya di dalam kampung saja,” jelasnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar