Politik Pemerintahan

NU Pamekasan Nilai Penghadangan KH Ma’ruf Amin sebagai Persekusi

Pamekasan (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, menilai insiden penghadangan oleh sekelompok masyarakat terhadap KH Ma’ruf Amin beserta rombongan sebagai bentuk persekusi.

Insiden tersebut terjadi kala Calon Wakil Presiden Nomor Urut 1 yang berpasangan dengan Joko Widodo, hendak melakukan ziarah ke Pasarean Kiai Suhro di Desa Jambaringin, Proppo, Pamekasan, Senin (1/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ma’ruf beserta rombongan mendapat penghadangan dari sekelompok massa. Beberapa diantaranya juga membentangkan poster Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Menyikapi persoalan tersebut, PCNU Pamekasan melayangkan Surat Nomor 412/PC/A.II/L.34/IV/2019 tentang Pernyataan Sikap yang ditujukan kepada Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo.

Surat pernyataan sikap ditandatangani langsung oleh Rais PCNU Pamekasan, KH Afifuddin Thoha, Katib K Abd Bari, Ketua KH Taufik Hasyim dan Sekretaris Abd Rahman Abbas, tertanggal Selasa (2/4/2019).

Dalam surat tersebut tertuang dua poin penting yang dijadikan sebagai pernyataan sikap PCNU Pamekasan, terhadap insiden persekusi yang menimpa Mantan Rais ‘Am PBNU beserta rombongan saat hendak berziarah ke asta Kiai Suhro.

Terdapat dua poin penting tentang pernyataan sikap yang dikeluarkan PCNU Pamekasan, yakni permintaan agar pihak Polres Pamekasan, segera mengusut tuntas ujaran kebencian pada insiden tersebut, serta memberlakukan hukum terhadap aksi penghadangan dan persekusi yang dinilai mengganggu kondusifitas masyarakat.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, sejumlah jajaran PCNU Pamekasan mengunjungi Polres Pamekasan, Jl Stadion 81, Selasa malam. Mereka menyampaikan surat pernyataan sikap atas insiden yang menimpa salah satu tokoh NU. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar