Politik Pemerintahan

NU Jatim Kembali Apresiasi Kepedulian Jokowi Terhadap Pesantren

Probolinggo (beritajatim.com) – Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur, kembali mengapresiasi kepedulian Presiden Jokowi, terhadap pesantren, dan mengajak elemen bangsa bersatu membangun negeri, mereduksi perpecahan, hingga menangkal berbagai macam tindakan radikal.

Pernyataan itu disampaikan Habib Salim Qurays, Probolinggo, disela-sela acara Haul Akbar Habib Husein bin Hadi al Hamid, ke 35, Minggu (13/10/2019).

“Kami para penjaga NU berharap, Habaib, Kyai, tokoh-tokoh NU wajib mempersatukan ummat. Patuh terhadap Pancasila, menjaga keutuhan negara, itu harga mati,” katanya mewakili pernyataan sejumlah ulama kharismatik, Jawa Timur, diantaranya KH Muzakki (Jember), Habib Taufiq (Pasuruan) KH Hafidz Aminuddin (Probolinggo) dan KH Asep Syaifuddin.

Selanjutnya kata Habib Salim, ulama NU se-Jatim, berpendapat, pemerintahan Jokowi serius memberi perhatian terhadap dunia pesantren. “Kami sampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi, UU Pesantren sudah disahkan. Ini titik balik dimana pesantren memiliki kekuatan dan legal formal dalam suatu negara. Dan menjadi bagian dari perjuangan menegakkan NKRI,” urainya, di hadapan sejumlah wartawan.

Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo, sambung Salim, memutuskan menerima Pancasila sebagai asas tunggal, dan keputusan ini bersifat final. Artinya bagi NU, Pancasila sebagai dasar negara dan asas organsiasi tidak ada persoalan. “Secara teologis, NU tidak mempersoalkan Pancasila karena secara faktual Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam,” tutup Salim Qurays.

Sementara itu, acara haul sendiri berlangsung di Ponpes Ahlusunnah Wal Jamaah, Desa Brani Kulon, Maron, Kabupaten Probolinggo. Selain para ulama dan tokoh masyarakat, nampak pula sejumlah pejabat berafiliasi NU dari Kota dan Kabupaten Probolinggo, hadir di lembaga pendidikan berbasis Nahdlatul Ulama tersebut.

Ratusan ribu jamaah dari wali santri dan masyarakat umum yang ikut acara haul, terlihat memadati jalan-jalan kampung sepanjang rute menuju pesantren. Mereka khusyuk mendengar maupun ikut melantunkan setiap puji-pujian dan ayat suci yang dibacakan sejumlah ulama. [eko/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar