Politik Pemerintahan

NU Jatim Beri Pandangan Calon Menteri ke Kiai Ma’ruf Amin

Surabaya (beritajatim.com) – Cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin sangat mengapresiasi peran NU dan elemen masyarakat lainnya di Jatim yang bisa mempersembahkan kemenangan di Pilpres hampir 70 persen versi hitung cepat atau quick count lembaga survei. Apa hadiah untuk NU?

“Nantilah, nanti itu (hadiah untuk NU, red),” kata Kiai Ma’ruf kepada wartawan usai menghadiri acara ‘Silaturrahim Kebangsaan’ di PWNU Jatim, Minggu (28/4/2019).

Hadir pada acara silaturrahim itu adalah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, jajaran Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Iskandar (Gus War) dan pengurus PCNU se-Jatim.

Memberikan sambutan di hadapan ratusan pengurus PWNU Jatim dan PCNU se-Jatim, Kiai Marzuki mengusulkan pembahasan posisi menteri kepada Kiai Ma’ruf.

Menurut Kiai Marzuki, ada ormas pendukung Prabowo-Sandi yang ingin merapat ke Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun, dengan imbalan posisi menteri.

“Kami juga ingin matur, ada pendukung sebelah yang ingin bergabung dan minta jatah menteri,” kata Kiai Marzuki dalam sambutannya.

Menurutnya, hal itu bisa saja diakomodasi demi menguatkan rekonsiliasi pascapilpres. Namun, ada baiknya satu posisi menteri saja. Dan, itupun terkecuali kursi Menteri Pendidikan dan Menteri Agama.

“Kalau itu memang diakomodasi, jangan sampai Menteri Agama atau Menteri Pendidikan,” tegasnya.

“Selain itu, kalau diterima, harus mengatasnamakan induk organisasi sekaligus partai. Jangan (minta) satu-satu. Satu kursi menteri, satu kursi jajaran BUMN,” imbuhnya.

Sebagai timbal balik setelah kursi tersebut diakomodasi oleh pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin ke depan, ormas tersebut harus membuat instruksi konsolidasi.

“Sekaligus, membuat surat instruksi untuk membuat satu arahan dengan pimpinan. Jangan sampai tidak bisa solid. Sekaligus, harus melakukan deklarasi damai untuk siap mendukung pemerintah dan siap menerima apapun hasil KPU,” paparnya.

Dikonfirmasi sesuai acara, Kiai Marzuki memberikan alasan mengapa pihaknya mengusulkan hal tersebut. Menurutnya, dua posisi menteri tersebut tak boleh diisi oleh ormas lain atas usulan kiai-kiai di Jatim.

“Kenapa kok (ormas lain) tidak boleh mengisi dua kursi itu? Itu usulan dari para kiai di Jawa Timur. Siapa orang yang layak menjadi calon menteri, itu terserah Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” ujarnya kepada wartawan seusai acara.

Namun, pihaknya menegaskan bahwa hal tersebut bukan maksud untuk mengintervensi pemerintahan ke depan. “Kewenangan untuk mengangkat menteri adalah kehendak presiden. Sehingga, sudah pasti banyak pertimbangannya,” katanya.

Kiai Ma’ruf Amin pun menyambut baik usulan tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan posisi tersebut. “Titipan dari Ketua Wilayah, mudah-mudahan dikabulkan,” jawab Kiai Ma’ruf juga melalui sambutannya.

Menurutnya, NU memiliki potensi untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih besar di jajaran eksekutif. “Bahkan, bukan hanya wakil presiden, ke depan ada presiden NU. Presiden NU-nya dari Jatim,” pungkas Kiai Ma’ruf Amin. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar