Politik Pemerintahan

NU Banyuwangi Bentuk 25 Lembaga Penanggulangan Bencana

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi membentuk 25 Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI). Jumlah itu sesuai dengan jumlah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) di Bumi Blambangan.

“Jadi hari ini kita mengadakan pelatihan tanggap bencana untuk memberi pengetahuan bagi para warga Nahdiyin yang sekaligus dirangkai dengan pembentukan masing-masing MWC sebagai pengurus LPBI di masing-masing kecamatan,” kata Ketua LPBI NU Banyuwangi, Untung Hermawan, Minggu (22/12/2019).

Tujuannya, kata Untung, selain menambah wawasan mengenai bencana, juga memberikan pengenalan sebagai langkah awal untuk menghadapi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Materinya, mulai dari kesiapsiagaan pra bencana, saat terjadi bencana dan pasca bencana. “Kita datangkan dari Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharam Suryadi,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharam Suryadi menyebut, LPBI bisa menjadi mitra dalam penanggulangan bencana di Banyuwangi. “LPBI NU Banyuwangi ini sebagai relawan, kami rasa lebih terdepan dalam menyiapkan personel untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana,” kata Eka Muharam.

Sedangkan, Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini mengatakan, LPBI NU ini bentuk kerja nyata dari gerakan yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama. Nantinya, LPBI NU bisa memberi peran lebih dalam kaitannya kebencanaan di Banyuwangi.

“NU itu ya begini, tidak perlu banyak bicara tapi kerja nyata, lakukan. Misalnya, LPBI ini sudah berperan nyata dalam penanggulangan bencana kebakaran di Kawah Ijen,” pungkasnya. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar