Politik Pemerintahan

Nostalgia Bupati Malang Saat Jadi Santri di Kampung Halaman

Malang (beritajatim.com) – Mengenang masa-masa susah dilakoni Bupati Malang, HM Sanusi, Sabtu (5/9/2020) siang ini. Nostalgia Bupati Malang ini, saat masih berstatus santri di pondok pesantren Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Sanusi bercerita, selama delapan tahun dirinya menetap di Desa Ganjaran untuk mengenyam pendidikan sejak Madrasah Ibtidaiyah atau MI, Madrasah Tsanawiyah atau MTs hingga Madrasah Aliyah. “Di Desa Ganjaran ini saya tinggal selama delapan tahun. MI kelas lima saya disini. Dulu sekolah, atapnya bocor-bocor. Sekarang sudah bagus,” ujar Sanusi sambil tersenyum, Sabtu (5/9/2020).

Selain mendatangi sekolah yang bernaung dalam Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum, Sanusi juga berkunjung ke kediaman sejumlah Kiai dan Bu Nyai. Diantaranya seperti Bu Nyai Mamnunah Yahya di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Bu Nyai sepuh Kudsiyeh, KH Aburisid di Pondok Pesantren Al Fudloli, dan KH Mujtabe Bukhori di Pondok Pesantren Al Bukhori. “Ya semua berkesan karena kecilnya disini. Sekolah kadang-kadang di masjid karena sedang di rehab,” terangnya.

Disela-sela kunjungannya ke kediaman Kiai dan Bu Nyai itu, Sanusi meminta doa restu. Seperti diketahui, Sanusi bakal mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Malang dalam Pilkada 2020. “Iya (minta doa restu, red) ke Kiai dan Nyai sepuh kita minta doa. Bu Nyai sepuh itu yang mendirikan pondok pertama di Ganjaran,” Sanusi mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar