Politik Pemerintahan

Normalisasi dan Reboisasi Jadi Solusi Antisipsi Banjir di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Normalisasi aliran sungai dan reboisasi hutan menjadi salah langkah dan solusi konkrit untuk mengantisipsi sekaligus mencegah bencana banjir di kabupaten Pamekasan, seperti yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Hal tersebut disampaikan Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Amin Jabir dalam kegiatan rembug bersama sejumlah stakeholders maupun masyarakat menyikapi persoalan banjir di wilayah perkotaan Pamekasan, beberapa waktu lalu.

Terlebih dalam sebulan terakhir, tercatat dua kejadian banjir yang mengepung wilayah perkotaan Pamekasan akibat intensitas hujan deras dan kondisi sungai yang tidak mampu menampung debet air. Sehingga meluap ke sejumlah pemukiman warga di wilayah setempat, Jum’at (10/12/2020) dan Senin (11/1/2021) lalu.

“Salah satu langkah konkrit untuk mengantisipasi dan mencegah banjir di Pamekasan, tidak ada cara lain selain adanya normalosasi aliran sungai, khususnya di Kali Jombang maupun di Kali Semajid,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Amin Jabir.

Selain proses normalisasi aliran sungai di wilayah setempat, juga dibutuhkan proses reboisasi guna menahan luapan aliran air di wilayah perkotaan. “Cara lainnya juga dibutuhkan reboisasi hutan di wilayah hulu, sehingga dapat mengantisipasi dan mencegah banjir,” tegasnya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan langkah mitigasi aliran sungai menjadi hal penting untuk mengantisipasi dan mencegah bencana banjir di Pamekasan. Seperti yang disampaikan saat meninjau titik banjir di Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan, Sabtu (19/12/2020) lalu.

Sambil lalu menunggu langkah konkrit dari gagasan Gubernur Jatim, Pemkab Pamekasan melalui BPBD bersama sejumlah instansi terkait, juga bahu membahu dan melakukan kerja bhakti guna mengantisipasi banjir di wilayah setempat. Salah satunya dengan membersihkan aliran sungai di wilayah pasat penduduk, semisal di kawasan Kelurahan Gladak Anyar.

Dalam kesempatan tersebut, mereka membersihkan sampah ranting pohon yang tersendat di beton jembatan penghubung dan disinyalir mencegah aliran sungai berjalan normal. Sekaligus disinyalir sebagai salah satu penyebab banjir di wilayah setempat. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar