Politik Pemerintahan

NIK Ganda, 9 Ribu KPM Bansos di Pamekasan Non Aktif

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 9 ribu Keluarga Penerima Manfaat (PKM) Bantuan Sosial (Bansos) beras di kabupaten Pamekasan, dinonaktifkan sebagai penerima bansos karena data Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda.

“Jadi 9 ribu KPM bansos beras ini dinonaktifkan karena terdapat data NIK ganda, termasuk juga dalam satu KPM menerima dua kali bantuan,” kata Koordinator Kabupaten (Koorkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Hanafi, Sabtu (23/1/2021).

Selain data NIK ganda, sejumlah peserta yang dinyatakan non aktif, juga karena tergraduasi secara mandiri dan alamiah. “Peserta yang dinonaktifkan karena graduasi sejahtera mandiri, tidak bisa mengajukan kembali sebagai peserta karena dinilai tidak layak mendapat bansos lagi,” ungkapnya.

“Dari total 9 ribu KPM yang dinyatakan non aktif sebagai penerima bansos ini, terdapat sebanyak 6 ribu peserta dapat diajukan kembali sebagai peserta penerima bansos atau sebagai peserta KPM. Apalagi saat ini juga ada tambahan sebagai peserta baru sekitar 4,6 ribu,” jelasnya.

Guna menertibkan data KPM di lingkungan Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, pihaknya juga melakukan proses labelisasi atau pemasangan plakat program PKH di setiap rumah KPM dan dilakukan sejak Desember 2020 lalu. Serta ditarget selesai pada akhir Januari 2021 mendatang.

Bahkan untuk mensukseskan program labelisasi tersebut, pihaknya juga menyiapkan sanksi tegas berupa mengeluarkan KPM dari kepesertaan, jika terpaksa melakukan perusakan ataupun pencabutan stiker penerima manfaat yang akan dipasang di setiap rumah KPM. [pin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Coba Yuk, Snack Berlumur Saus Hummus

Rela Tinggalkan Dokter Spesialis

Ngobrol dengan Komunitas Berbagi di Surabaya