Politik Pemerintahan

New Normal Banyuwangi Mendapat Apresiasi Sejumlah Menteri

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ikut dalam rapat koordinasi terbatas secara daring bersama sejumlah menteri. Di dalamnya ada nama Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.

Rapat virtual tersebut juga diikuti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur Nusa Tenggara Timur, dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.

Rapat ini membahas berbagai hal, termasuk kesiapan new normal pariwisata. Khususnya, dalam rangka Persiapan Pembukaan Kunjungan Wisata Terbatas ke Kawasan konservasi in-situ (Taman nasional, taman wisata alam dan lain-lain) serta kawasan konservasi ek-situ (kebun binatang, taman safari dan lain-lain) pada masa new normal.

Banyuwangi telah menyiapkan rencana penerapan new normal di bidang ini. Persiapan new normal pariwisata di Banyuwangi dilakukan dengan memadukan teknologi dan kesehatan.

“Kepada para pengelola pariwisata, kami tekankan bahwa jualan kita tak lagi sekadar harga murah dan suguhan wisata yang indah. Namun, juga harus memenuhi protokol kesehatan dan keamanan,” papar Anas.

Untuk itu, sejumlah inovasi telah disiapkan oleh Banyuwangi. Di antaranya adalah melakukan fasilitasi teknologi di sejumlah tempat wisata dan sarana pendukungnya.

“Untuk booking apapun harus disiapkan secara online. Juga untuk mengatur kapasitas pengunjung,” terang Anas.

Menurut Anas, ada sejumlah destinasi di Banyuwangi yang siap untuk dibuka. Mulai Taman Nasional Alaspurwo, Gunung Ijen, hingga beberapa destinasi lainnya.

“Kami menunggu komando dari pusat untuk bisa membuka kembali wisata kami. Dari sisi persiapan, insyallah telah kami persiapkan dengan cukup baik. Simulasi terus kami lakukan,” imbuh Anas.

Pemerintah pusat secara bertahap memang berencana akan dilakukan pembukaan destinasi wisata di Indonesia.

“Menurut saya, yang sudah siap adalah Banyuwangi dan Nusa Tenggara. Namun, tetap harus diperhatikan protokol kesehatannya. Banyuwangi ini memang paten,” ungkap Luhut.

Langkah-langkah yang diambil Banyuwangi juga dinilai positif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama. Persiapan Banyuwangi yang cukup matang untuk wisata terbatas seperti halnya wahana konservasi itu sudah tepat dengan grand design pariwisata nasional.

“Bagi saya, Banyuwangi mempersiapkn dengan baik. Apa yang dilakukan Banyuwangi bisa menjadi contoh daerah lain terkait persiapan protokol kesehatannya,” imbuh Menparekraf.

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya juga menyampaikan bahwa Banyuwangi memiliki posisi penting dalam menunjang ekosistem pariwisata alam. Selain di Banyuwangi sendiri, juga berdampak ke Bali Barat hingga ke Bromo.

“Secara administratif, kami melihat kluster Banyuwangi, Bali Barat, juga Bromo, ini banyak yang satu paket. Jika di Banyuwangi tergarap dengan baik, ini akan memicu titik-titik lainnya,” ujar Siti Nurbaya. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar