Politik Pemerintahan

New Normal, Aplikasi e-BPHTB Gresik Diluncurkan

Gresik (beritajatim.com) – Memasuki new normal ditengah pandemi Covid-19 serta menekan antrian wajib pajak. Badan Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik meluncurkan aplikasi e-BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan).

Aplikasi e-BPHTB ini nantinya untuk memudahkan para wajib pajak (WP), notaris PPAT agar tidak antri lagi. “Keberadaan aplikasi e-BPHTB ini selain meningkatkan perolehan pendapatan asli daerah, juga meminimalisir perselisihan antara wajib pajak dan pihak terkait,” ujar Bupati Sambari Halim Radianto, Jumat (28/08/2020).

Bagi masyarakat yang mengurus BPHTB, bisa mengakses aplikasi ini. Dimana, sudah ada ketentuan tarif yang harus dibayar. Setelah WP membayar dan mengunggah bukti pembayaran. Maka surat pengesahan BPHTB sudah bisa langsung dicetak. “Senin depan aplikasi ini sudah bisa diluncurkan. Saat ini baru launching dan efektif bisa digunakan pada Senin lusa dan seterusnya,” terang Sambari.

Keberadaan aplikasi ini, sekaligus menghilangkan percaloan dalam pengurusan BPHTB. Sebab, sudah tidak ada lagi tawar-menawar tarif. Hal yang sama dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan beberapa pihak terkait karena bisa memantau langsung. “Pemerolehan BPHTB saat ini masih minim. Kedepan kami akan membuat zona nilai tanah, atau ZNT,” ungkap Sambari.

Tahun lalu, pendapatan asli daerah (PAD) dari BPHTB mencapai Rp 261 miliar. Tahun ini ditarget bisa meningkat lagi meski ditengah pandemi Covid-19.

Sementara, Kepala BPN Asep Heri menuturkan, nantinya pada tahun 2024 seluruh bidang tanah di Gresik sudah terukur, terdaftar dan tersertifikasi. “Satu dua bulan kedepan kami akan melakukan integrasi data antara BPPKAD, BPN dan PPAT. Kami berharap nantinya ada launching nilai tanah,” paparnya.

Asep Heri juga berjanji akan melaksanakan digitalisasi data. Semua data dan dokumen manual akan diubah ke digital. Pada kesempatan itu Kepala BPN juga menyerahkan Dokumen pertanahan aset Pemkab Gresik, juga sertifikat masjid, TPQ dan Mushollah kepada perwakilan pengurus. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar