Politik Pemerintahan

Nasib Nelayan Surabaya Lebih Terjamin

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya melakukan pengukuran kapal dan penerbitan Pas Kecil gratis, bagi pemilik kapal di bawah 7 gross ton (GT) yang ada di kawasan Ekowisata Mangrove, Gunung Anyar, Surabaya.

Program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini bekerja sama dengan sejumlahn pihak terkait, di antaranya Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dah Asosiasi Industri Boatyard Indonesia.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat menjelaskan, pemberian Pas Kecil gratis adalah upaya untuk menyejahterakan nelayan di Surabaya. Yaitu sebagai pegangan dokumen para nelayan yang akan melaut.

“Selain itu para nelayan bisa berlayar lebih jauh. Suatu saat, kapal juga tidak hanya menjadi kapal nelayan, kapal tapi juga bisa beralih jadi kapal wisata,” jelasnya saat melakukan pengukuran kapal untuk penerbitan Pas Kecil kepada para pemilik kapal.

Ia menambahkan, dengan penertiban Pas Kecil, secara otomatis pemilik kapal akan mendapat asuransi dari Pemkot Surabaya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Dari 1.961 orang nelayan di Surabaya, hanya 1.400 yang memiliki kapal.

“Jadi nantinya saat kapal dan nelayan ini ditangkap oleh pihak keamanan kelautan, mereka bisa menunjukkan surat-surat terkait kepemilikan dan identitas kapal,” imbuh Irvan.

Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Surabaya Joko Supriyanto menambahkan, Pas Kecil juga bisa memudahkan mengajukan kredit di bank karena legalitas kepemilikan kapal, telah dilindungi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2018 tentang Pelayaran.

Tak hanya di kawasan Ekowisata Mangrove, nantinya pengukuran dan pemberian Pas Kecil akan dilakukan juga pada kapal milik nelayan di sejumlah kawasan di Surabaya. “Pengukuran dan penerbitan Pas Kecil dilakukan secara bertahap, setelah 35 kapal, selanjutnya Dishub akan melakukan program yang sama, yaitu kepada 686 kapal di Bulak, 190 di Asemrowo, 100 di Benowo, 80 di Krembangan, 60 di Mulyorejo, 25 di Sukolilo, 250 di Kenjeran, dan 8 di Kalimas,” pungkas Joko. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar