Politik Pemerintahan

Nasdem: Medsos Bisa Dongkrak Partisipasi Pemilih Pilkada Jember

Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman

Jember (beritajatim.com) – Partai Nasional Demokrat mengkhawatirkan rendahnya partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah di Kabupayen Jember pada masa pandemi Covid-19. Sosialisasi dan kampanye melalui media dalam jaringan bisa meningkatkan partisipasi tersebut.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jawa Timur Moch Eksan mengatakan, jika melihat data tahun-tahun sebelumnya, tingkat partisipasi pilkada jauh lebih rendah daripada pemilu legislatif. “Itu disebabkan tingkat keterkenalan dan sosialisasi calon relatif tidak bisa mempenetrasi hingga tingkat akar rumput,” katanya, di sela-sela acara konsolidasi internal bersama Partai Nasional Demokrat, di posko pemenangan Hendy Siswanto-Firjaun Barlaman, Jumat (18/9/2020).

Partisipasi pemilih dalam pilkada 2015 hanya 52 persen. Padahal, partisipasi pemilih dalam pemilu legislatif setahun sebelumnya mencapai 68 persen. Eksan menyatakan, media sosial dan media dalam jaringan internet bisa jadi solusi peningkatan partisipasi pemilih, terutama dalam situasi pandemi yang membuat pembatasan sosial ketat.

“Saya kira hari ini pengguna smart phone besar. Apalagi ada anak-anak yang sekarang menggunakannya dalam proses pembelajaran daring. Ini memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam rangka sosialisasi dan didorong untuk meningkatkan partisipasi,” kata pria yang juga menjabat koordinator Nasdem untuk pemenangan pilkada di Jember.

Bagaimana caranya memanfaatkan media sosial? “Kelompok-kelompok kecil berupa grup WhatsApp yang berjejaring sampai tingkat pemilih di bawah bisa dilakukan untuk menyiasati pembatasan sosial sekarang. Jadi tak hanya mengandalkan tatap muka,” kata Eksan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Jember Marsuki Abdul Ghafur menambahkan, konsolidasi sudah dilakukan di internal partai. “Kampanye massa memang kami batasi sesuai protokol yang sudah ditetapkan pemerintah. Kami semua berikhtiar, dan yang terpenting pasangan yang sudah direkomendasi oleh kami harus menang, karena kemenangan pilkada 2020 menjadi tolok ukur pemilu 2024,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar