Politik Pemerintahan

NasDem Kecam Keras Fitnah Biadab Kondom Bergambar Jokowi

Surabaya (beritajatim.com) – Partai NasDem mengecam keras praktik-praktik biadab tanpa etika dalam kampanye dengan menyebarkan fitnah berupa foto kondom bergambar pasangan capres-cawapres pasangan 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Polisi diminta segera mengusut penyebaran foto tersebut karena sudah kelewat batas. Wakil Sekjen Bidang OKK (Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan) DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim mengemukakan itu untuk menanggapi beredarnya foto kondom bergambar paslon Jokowi-Ma’ruf via WhatsApp dan media sosial.

Politisi NasDem itu heran yang selalu menjadi sasaran kampanye hitam dan tidak beretika adalah pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Dia menduga penyebaran foto kondom tersebut pasti dilakukan secara sengaja untuk merusak citra Jokowi. Tidak ada argumen lain kecuali bahwa penyebaran kondom itu sebuah bentuk pembusukan citra paslon Jokowi-Ma’ruf.

“Cara-cara biadab dan tidak beretika seperti itu tidak boleh ada toleransi sedikitpun. Harus dibasmi. Tidak boleh berkembang menjadi budaya politik di Indonesia,” ujar Taslim melalui rilisnya kepada beritajatim.com, Selasa (12/3/2019).

Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin ini juga menegaskan, NasDem mengecam sangat keras perilaku kampanye seperti itu. Kampanye model itu sudah tergolong hitam dan kotor dengan niat menjatuhkan lawan.

Bahkan, kader NasDem tersebut mencurigai, praktik kampanye kotor seperti itu tidak hanya merusak citra paslon nomor urut 01, tetapi lebih jauh berniat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia. Bukan tidak mungkin cara-cara seperti itu akan membangkitkan fanatisme paslon, kemudian masyarakat diadu domba dan pecah belah.

“NasDem berharap polisi harus sangat serius mengusut ini. Siapapun pelakunya harus dihukum. Kalau pun rakyat biasa, tetap harus diproses. Jangan sampai dimaafkan dengan alasan mereka hanya diperalat,” katanya lagi.

Seharusnya, tambah Taslim, pemilihan umum, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden merupakan wahana demokrasi yang bermoral, beretika dan sehat serta jauh dari praktik-praktik kebiadaban. Masa kampanye, khususnya kampanye pilpres, harus menjadi momentum pemaparan program, visi dan misi para kandidat agar publik mempunyai gambaran mengenai para calon pemimpin. Bukannya merusak sendi-sendi demokrasi dengan cara menyebarkan fitnah yang keji tidak bermoral seperti ini.

“Kami sungguh-sungguh mengecam bahkan mengutuk praktik seperti ini. Sudah melewati batas. Tidak beretika sama sekali. Karena itu penegakan hukum harus berjalan,” tegasnya.

NasDem mengingatkan agar aturan hukum dan etika ada di atas segalanya. Pertarungan, kontestasi tetap harus dalam bingkai aturan-aturan dan kaidah demokrasi. Dan, tidak memberikan ruang kepada pihak ketiga atau keempat menciptakan air keruh untuk mengadu domba masyarakat.

“Kita harus menjaga agar kontestasi ini berjalan di dalam koridor demokrasi dan aturan hukum. Sekali kita bermain fitnah, menyebarkan hoaks dan sejenisnya, pihak ketiga atau keempat akan dengan mudah menumpanginya. Kita yang saling tuding, saling tuduh,” jelasnya.

Taslim kembali meminta polisi untuk secepatnya menyelidik penyebaran foto kondom tersebut dan membawanya ke meja hijau.

“Agar menjadi pelajaran bagi siapa saja bahwa setiap tindakan ada konsekuensi hukum. Jangan mudah disuruh-suruh dengan iming-iming tertentu,” pungkas politisi NasDem itu. [tok/suf]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar