Politik Pemerintahan

Usung Jargon Mojokerto Optimis

Naik Vespa, Kades Pesanggrahan Kembalikan Formulir ke DPC PKB

Kades Pesanggrahan, Muhammad Afif saat menyerahkan kelengkapan berkas pendaftaran ke kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto. [foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Mojokerto resmi menutup proses penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/3/2020). Dengan mengendarai vespa, Kepala Desa (Kades) Pesanggrahan yang mengusung jargon Mojokerto Optimis ini mengembalikan formulir.

Kades Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Muhammad Afif ini mengaku optimis, maju dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto karena belum adanya keterwakilan kaum muda. “Setelah digodok oleh tim dan apa yang menjadi aspirasi, maka saya membawa visi bersama membangun optimisme Mojokerto,” ungkapnya, Senin (2/3/2020).

Dengan jargon Mojokerto optimis, Afif (panggilan akrab, red) ingin membawa virus optimisme kepada seluruh warga Mojokerto. Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Kutorejo ini menegaskan bahwa semua berangkat dari keyakinan, ia optimis partai politik (parpol) yang memiliki 10 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto ini melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) memberikannya rekom untuk mewakili kaum muda Mojokerto.

“Apa yang menjadi aspirasi dan program rekan-rekan di desa ini akan saya aplikasikan di visi misi. Secara detail, visi misi nanti akan kita godok bersama tim. Kabupaten Mojokerto adalah kumpulan dari 304 desa. Artinya, ketika desa yang dalam program nasional ada desa mandiri terwujud maka akan terwujud Kabupaten Mojokerto yang mandiri juga,” katanya.

Menurutnya, setiap desa punya karakter berbeda yang menjadi potensi dasar untuk dikembangkan. Bukan hanya eksploitasi alam, namun Kabupaten Mojokerto memiliki banyak orang-orang hebat, hanya saja belum di-explore. Ke depannya, tegas Kades dua periode ini, jika ia terpilih maka akan mengajak diskusi kades bagaimana mengangkat Mojokerto menjadi lebih baik.

“Saya ingin menjadi diri saya sendiri. Saya adalah penggemar Vespa. Kalau dibilang ingin merakyat, boleh juga. Jika nanti saya terpilih, prinsip saga selama tidak keluar jalur atau sesuai regulasi maka sudah termasuk mewujudkan clean governance,” tegasnya.

Sekedar diketahui, selama proses penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, DPC PKB Kabupaten Mojokerto menerima 15 calon yang mengambil formulir. Namun hanya 12 nama yang mengembalikan formulir sampai deadline yang diberikan.

Diantaranya, inkumbent Pungkasiadi, mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur, Purwo Santoso, Kusnan Hariadi yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto.

Ikfina Fahmawati – Muhammad Al Barra, Gatot Winarno – Edy Purwanto, Yoko Priyono yang merupakan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto dan Ayub Daniel Aqso yakni pengusaha sekaligus putra dari mantan Bupati Mojokerto1900-2000, Macmoed Zein dan Kades Bangsal, Kecamatan Bangsal, Anton Fatkurrohman. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar