Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Mutasi Pejabat di Ponorogo, Sugiri Sancoko: Tidak Ada Dinas Basah atau Dinas Kering

Proses mutasi jabatan di lingkup Pemkab Ponorogo di pendopo agung. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Teka-teki kapan mutasi jabatan di lingkup Pemkab Ponorogo terjawab sudah. Tadi malam, Bupati Sugiri Sancoko melakukan mutasi kepada ratusan pejabat. Baik pejabat eselon II, eselon III dan eselon IV. Pelaksanaan mutasi dilaksanakan di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo. Menurut catatan, dalam mutasi jilid pertama ini, ada 18 pejabat eselon II serta 102 pejabat eselon III dan 236 pejabat eselon IV menempati posisi baru di pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita.

Mutasi pejabat untuk eselon II misalnya, Najib Susilo kembali menakhodai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sebelumnya, Najib menjadi Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfo). Posisi Kepala Diskominfo saat ini ditempati oleh Bambang Suhendro yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli bupati.

Sementara itu, Sapto Djatmiko yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kini dimutasi sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) juga berganti. Kepala DPUPKP yang dulu dijabat Jamus Kunto Purnomo, kini diganti oleh Hendry Indrawardana. Sedangkan Jamus Kunto dalam jabatan baru sebagai Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo.

“Dalam mutasi kali ini, saya tidak terlalu membuat heboh. Karena saya menganggap semua tempat adalah sama. Entah itu di asisten, staf ahli atau kepala dinas,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (25/11/2021).

Meski banyak pejabat eselon II yang diroling, namun ada beberapa jabatan di eselon II yang dibiarkan kosong. Seperti di Dinas Kesehatan (Dinkes), DPMPTSP, Dinas Pendidikan (Dindik), Sekretaris Dewan (Sekwan), Dinsos P3A, Dinas Pariwisata, Asisten III dan staf ahli bupati. Bupati menyebut pos-pos yang kosong tersebut akan dilakukan lelang jabatan sesuai dengan aturan yang ada.

“Kita juga lakukan mutasi di administrator eselon III dan eselon I,” ungkap Kang Giri, sapaan karibnya.

Sugiri Sancoko menyebut jika tidak ada dinas yang basah dan tidak ada dinas yang kering. Dia menganggap semua dinas itu sama. Rotasi jabatan ini dilakukan untuk penyegaran jabatan. Selain itu untuk percepatan pembangunan yang luarbiasa untuk Ponorogo. Sugiri baru bisa melakukan mutasi sekarang bukan karena lambat atau tidak berani bertindak. Tetapi selektif untuk mendapatkan formula pejabat yang ingin dicari.

Sugiri Sancoko menegaskan, tidak ada yang dihukum dalam mutasi ini, sebab semua berdiri sama tinggi. Menuju visi misi Ponorogo yang lebih hebat dan martabat.

“Tidak ada dinas yang basah, tidak ada dinas yang kering. Semua dinas saya anggap dinas nyemek-nyemek,” ungkapnya.

Di akhir kesempatan, Sugiri meminta maaf jika ada pejabat yang tidak puas dengan mutasi ini. Dia berpesan, jangan ada yang merasa dipenjara atau dikotak.

“Prinsipnya saya tidak mengkotak panjenengan. Ini cari jalan yang terbaik. Prinsip kerja yang dilakukan adalah untuk pengabdian pada rakyat,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar