Politik Pemerintahan

Musyaffa Ketua PPP Jatim Mengaku Sudah Diperiksa KPK

Musyaffa Noer Ketua PPP Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPW PPP Jatim, Musyaffa Noer tidak datang saat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 25 Maret 2019 untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama dengan tersangka Romahurmuziy (Rommy).

“Saya waktu (pemanggilan pertama) itu tidak bisa hadir, karena ada tugas yang bersamaan. Tetapi saya pada Kamis (28/3/2019) kemarin sudah diperiksa KPK sebagai saksi di Polda Jatim,” katanya kepada wartawan usai acara Konsolidasi Kader PPP se-Jatim di kantor DPW PPP Jatim, Jalan Kendangsari Surabaya, Jumat (29/3/2019).

Selain pemeriksaan di kantor KPK di Jakarta, KPK juga terus memeriksa saksi-saksi terkait OTT mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan mantan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin di Polda Jatim. Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa 12 orang panitia seleksi (Pansel) Kanwil Kemenag Jatim pada Kamis (21/3/2019).

Musyaffa mengaku dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik KPK. Musyaffa enggan menyampaikan pertanyaan apa saja yang ditanyakan oleh KPK. “Yang lebih tahu penyidik, itu kewenangan penyidik. Saya sudah sampaikan semua ke penyidik,” tuturnya.

Musyaffa juga membantah dirinya yang mempertemukan Haris Hasanudin dengan Rommy terkait lobi pengisian jabatan di Kakanwil Kemenag Jatim. “Oh tidak, itu tidak benar,” ujarnya.

Meski demikian, Musyaffa tak mengelak jika dirinya selalu mendampingi Rommy saat berada di Jatim dalam kegiatan kepartaian, termasuk sehari sebelum terjadi OTT KPK terhadap Rommy. Sebelum OTT, Rommy sendiri sempat menghadiri undangan dari PPP terkait acara seminar dan Halaqoh Ulama selama dua hari di Jatim.

“Saya sebagai Ketua DPW PPP Jatim, ketika Ketua Umum PPP datang kan sudah biasa mendampinginya. Saya juga sempat ditanya KPK seputar saat mendampingi Ketum,” katanya.

Seperti diketahui, mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu hotel di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada Jumat (15/3/2019).

Rommy ditangkap KPK bersama lima orang lainnya, antara lain Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muaffaq Wirahadi.

Saat ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Rommy, Haris, dan Muaffaq. Mereka tersandung masalah jual beli jabatan di Kementerian Agama. Kini, mereka masih ditahan di rutan KPK untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan kasus lebih lanjut. (tok/ted)

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar