Politik Pemerintahan

Muslimat NU Kabupaten Malang Gelar Doa Bersama untuk Pilkada Aman Damai

Malang (beritajatim.com) – Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang bersama Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), KH Marzuki Mustamar ditemani Ali Ahmad dan Lathifah Shohib menggelar Istighosah untuk keamanan dan kelancaran Pilkada Kabupaten Malang 2020.

“Kami sebagai kader NU melaksanakan istigosah dengan para muslimat NU, agar Pilkada di Kabupaten Malang itu berjalan dengan baik. Penyelenggaraannya lancar, dan orang-orang merasa happy ending serta bersuka ria,” ungkap Ali Ahmad usai acara istighosah di Kantor PC Muslimat NU Kabupaten Malang, Selasa (08/12/2020).

“Jadi tidak ada intimidasi apalagi kecurangan, jangan sampai ada yang seperti itu. Sehingga harus fair play pertandingan itu,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Gus Ali ini menghimbau, agar masyarakat tidak takut dengan intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Dari kami dan relawan juga ada yang memfasilitasi jika ada intimidasi atau ancaman agar semua tidak takut di lapangan. Di beberapa daerah memang ada beberapa ancaman yang hari ini sudah kami handle,” tegasnya.

Anggota DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap, pihak aparat Kepolisian juga bertindak terhadap serangan berbentuk intimidasi ini. “Kami juga menginginkan pihak aparat kemanan juga bertindak kepada orang-orang yang melakukan intimidasi,” ujarnya.

Jelang pencoblosan esok, PKB bahkan telah menyiapkan 10.000 saksi untuk disebar di setiap TPS. “Dari saksi kita ada 10.000 orang dari TPS, tapi ada juga Korcam 2 orang, ada dari Tim IT 50 orang. Jadi kami sudah siap mulai dari TPS sampai tingkat kabupaten,” bebernya.

Untuk mencegah money politic, ia juga menyiapkan tim siluman untuk mengendus serangan fajar. “Untuk mencegah adanya money politic kota sudah siapkan induknya itu 50 orang dan yang siluman ada lebih dari 300 orang,” tuturnya.

Tim siluman tersebut juga sudah menandai wilayah-wilayah yang rawan terjadi serangan fajar. “Wilayah-wikayah yang rawan itu kemarin ada di Kanigoro dan daerah-daerah pesisir banyak yang seperti itu,” pungkasnya. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar