Politik Pemerintahan

Musim Penghujan, Wabup Mojokerto Tekankan PHBS

Wabup Mojokerto, Pungkasiadi saat menghadiri kegiatan penilaian lomba kesatuan gerak PKK, KB Kesehatan, Desa Pohkecik. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Memasuki peralihan musim dari kemarau ke penghujan, Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup dan Bersih dan Sehat (PHBS). Imbauan ini ditekankan wabup saat menghadiri kegiatan penilaian lomba kesatuan gerak PKK, KB Kesehatan, Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

“Sudah masuk musim hujan. Tolong hati-hati penyebaran penyakit yang rawan pada musim seperti ini. Terapkan PHBS di lingkungan tempat tinggal kita. Ini adalah upaya menjaga dan mencegah penyebaran penyakit,” pesan Wabup Mojokerto, Pungkasiadi, Kamis (14/11/2019).

Kecamatan Dlanggu juga memiliki beberapa inovasi terkait lomba tersebut. Antara lain PIK-R dengan Mobile KIA, Pelayanan Konseling Seksualitas dan Kesehatan (Nyanding Sekdes), Pelayanan Kontrasepsi Setiap Saat (Lakon Sesat), Komunitas Peduli Ibu Hamil dan Bayi (Kopi Bali), KP ASI dan pameran seni lukis sebagai salah satu produk UKM anggota Koeperasi Wanita Bina Mandiri (Kopwan) Desa Pohkecik.

Ada empat kategori yang dilombakan dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan yakni Pelaksana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pelaksana Lingkungan Hidup dan Sehat (LBS), Pelaksana Terbaik Posyandu, dan Pelaksana Terbanyak Aseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Melalui Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan pula, diharapkan dapat membantu program KB guna meningkatkan kualitas penduduk.

Harapan lainnya yakni dapat membangun keluarga yang sejahtera, dan memenuhi harapan keberhasilan kelompok Dasa Wisma dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK sampai tingkat keluarga. Ini merupakan keberhasilan PKK sebagai mitra pemerintah, dalam upaya memandirikan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Wabup tak lupa menyampaikan kepada peserta lomba, agar tetap terus bersemangat dalam mempersiapkan penilaian. Karena, lanjut Wabup, penilaian itu penting. Kalau tidak ada penilaian, semua jadi sama sehingga penilaian menjadi ukuran.

Kegiatan ditutup dengan pemberian santunan kepada para janda dan lansia, dilanjutkan dengan meninjau pameran seni lukis. Kegiatan ini dihadiri juga Forkopimca, Kader-kader PKK, kades se-kecamatan dlanggu dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar