Politik Pemerintahan

Musim Hujan, Waspadai Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Memasuki awal tahun 2021 ini, BPBD Ponorogo meminta masyarakat bumi reyog untuk mewaspadai adanya bencana hidrometeorologi. Sebab, saat ini masih musim penghujan. Hujan, baik itu dengan intensitas rendah hingga tinggi bisa terjadi hampir setiap hari. Dengan cuaca dan iklim yang seperti itu berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor atau tanah gerak.

“Memasuki tahun 2021 ini, kondisinya masih musim penghujan. Kita harus selalu waspada akan potensi bencana yang mungkin bisa terjadi,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, Jumat (15/1/2021).

Di wilayah Ponorogo, potensi bencana yang tertinggi adalah kejadian tanah longsor. Dibeberapa kecamatan yang geografisnya pegunungan, bencana tersebut sering terjadi meski tidak terlalu besar. “Skala longsornya kecil tapi sering. Ini yang terus kami awasi,” katanya.

Budi sapaan akrab Setyo Budiono menyebut setidaknya ada 4 kecamatan yang urgent untuk selalu diawasi terkait bencana tanah longsor dan tanah gerak. Daerah tersebut ialah Kecamatan Ngebel di Desa Talun, Kecamatan Pulung di Desa Banaran, Kecamatan Slahung di Desa Tugurejo dan Kecamatan Ngrayun. “Di 4 kecamatan tersebutlah yang berpotensi terjadi bencana tanah longsor,” katanya.

Perbedaan siklus cuaca yang berbeda di setiap tahun, juga mempengaruhi kejadian bencana. Jika melihat data miliknya, Budi menyebut tahun 2020 kejadiannya lebih sedikit daripada tahun 2019. Dia ambil contoh kekeringan di tahun 2019 lebih banyak dari pada tahun 2020. Itu terjadi karena di tahun 2019, musim kemarau lebih panjang dibandingkan dengan tahun 2020.

Dari hasil membuka data milik BPBD Ponorogo, Budi menyebut jika di tahun 2019 ada sebanyak 195 kejadian bencana. Sedangkan tahun 2020, angkanya turun diangka 170 kejadian bencana. Bencana yang terjadi meliputi bencana tanah longsor, banjir, kekeringan, kebakaran, angin puting beliung dan tanah retak. “Untuk saat ini kita harus mewaspadai potensi bencana banjir dan tanah longsor,” pungkasnya. (end/kun)

Kejadian Bencana di tahun 2019
1. Longsor : 26 kejadian
2. Banjir : 34 kejadian
3. Kekeringan : 10 kejadian
4. Kebakaran : 39 kejadian
5. Angin : 79 kejadian
6. Tanah retak : 6 kejadian

Kejadian Bencana di tahun 2020
1. Longsor : 52 kejadian
2. Banjir : 53 kejadian
3. Kekeringan : 1 kejadian
4. Kebakaran : 18 kejadian
5. Angin : 43 kejadian
6. Tanah retak : 3 kejadian

Sumber : Data BPBD Ponorogo


Apa Reaksi Anda?

Komentar