Politik Pemerintahan

Muncul Kritik, Pemkot Surabaya Pastikan Mutasi Pejabat Tidak Asal

Surabaya (beritajatim.com) – Pemkot Surabaya memastikan jika proses mutasi pejabat di lingkungan pemerintahan tidak dilakukan asal-asalan. Hal itu terkait munculnya rumor pemberlakuan non job yang berujung pengajuan pensiun dini pada mantan Kadis Lingkungan Hidup dan Ruang Terbuka Hijau, Chalid Buchari.

“Normatifnya kan begitu (ada assesment yang jelas terkait mutasi). Dari BKD kan begitu,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara melalui sambungan telepon, Rabu (1/6/2020).

Terkait pengajuan pensiun dini Chalid Buchari, Febri mengatakan jika penjelasan lebih lanjut akan segera dipublikasikan. “Nanti biar clear silakan dibaca sendiri suratnya,” pungkasnya.

Di sisi lain, anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni mengungkapkan jika masalah mutasi di tubuh Pemkot Surabaya bukan hanya persoalan Chalid Bukhari yang baru mencuat saja.

“Kalau saya bicara secara umum saja. Sebelumnya kan juga ada Pak Dwi mantan Kadisnaker yang dijadikan staff di Dinas Pemadam Kebakaran. Lalu juga jauh sebelumnya ada Pak Yustamaji,” kata Toni.

Pria yang akrab disapa Toni ini berharap, peran Baperjakat benar-benar difungsikan dengan baik oleh Pemkot Surabaya. “Terlebih lagi, di sisa satu tahun masa jabatan Bu Risma ini kan juga ada Pandemi. Kalau Beliau lebih mengutamakan legacy dari apa yang Ia bangun dan bukan mengedepankan suksesi kepemimpinan kan harusnya ini tidak terjadi,” ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni

“Mutasi jabatan ini kan juga menimbulkan rangkap jabatan. Harusnya, meski diperbolehkan, juga tidak sebaiknya dilakukan. Karena, saat ini, seharusnya Bu Risma berlari kencang untuk menyempurnakan apa yang belum bisa dilakukan dan belum bisa dicapai. Terlebih lagi kan sekarang Pandemi. Sekali lagi, kecuali yang dipikirkan Bu Risma adalah suksesi kepemimpinan,” pungkas Toni yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Surabaya ini.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar