Politik Pemerintahan

Mulai Senin, Kendaraan Lewat Jembatan di Perbatasan Kabupaten – Kota Mojokerto Dibatasi

Tanggul darurat dari sak berisi pasir dan gedeg dari bambu dipasang di tanggul bawah Jembatan Murukan.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tanggul jembatan Murukan di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto mengalami kerusakan akibat diguyur hujan deras beberapa hari. Kendaraan yang akan melintasi jembatan di perbatasan antara Kabupaten dan Kota Mojokerto ini akan dibatasi mulai, Senin (22/2/2021) pekan depan.

Ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi Satlantas Polresta Mojokerto bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto. Hasil survey diketahui jika Jembatan Murukan terjadi kerusakan pada pondasi jembatan.

Selain akibat hujan yang menguyur Mojokerto beberapa hari, jembatan di perbatasan antara Kabupaten dengan Kota Mojokerto cukup banyak dilalui kendaran. Bahkan terjadi antrian kendaraan dari kedua arah sehingga menyebabkan kondisi Jembatan Murukan mengkhawatirkan.

Kepala Dishub Kota Mojokerto, Endri Agus Subiyanto menjelaskan, pembatasan kendaraan yang melalui Jembatan Murukan sesuai hasil rapat koordinasi dan survey bersama Forum Lalu-lintas. “Pembatasan kendaraan yang melintas jembatan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya, Jumat (19/2/2021).

Masih kata Agus, pembatasan kendaraan yang melintas khusus untuk kendaraan angkatan barang. Pihaknya akan memasang rambu-rambu di sekitar Jembatan Murukan dengan tujuan agar pengguna jalan mengetahui kondisi jembatan jika dilewati mobil angkutan berat.

“Besok kita akan pasang rambu-rambu, agar pengguna jalan tau bahwa kondisi jembatan ini tidak dilintasi mobil angkutan berat. Satlantas nantinya akan mensosialisasikan terkait pembatasan kendaraan barang yang melewati Jembatan Murukan, pembatasan akan dilakukan mulai Senin depan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto, Mashudi mengatakan, pihaknya memberi sak berisi pasir dan gedeg dari bambu untuk menahan gerusan air. “Kita bikin tanggul darurat sementara dengan sak berisi pasir dan kita sudah berkoordinasi dengan BBWS untuk ditindaklanjuti. Karena anak Sungai Brangkal ini kewenangan BBWS,” tegasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar