Politik Pemerintahan

MUI Lawang: Hormati Keputusan MK, Jangan Ada Kerusuhan Lagi

Malang (beritajatim.com) – Demo rusuh 22 Mei 2019 membuat luka hati rakyat Indonesia. Jelang sidang pendahuluaan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 14 Juni 2019 mendatang, semua pihak harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

Seruan itu dilakukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, KH Muhammad Farhan, Selasa (11/6/19). Menurut Kiai Farhan, pihaknya menentang dan menolak segala bentuk kekerasan, kerusuhan dan sejenisnya.

“Karena NKRI harga mati,” ujar Kiai Farhan.

Kiai Farhan mengimbau dan mengajak semua masyarakat kabupaten Malang, untuk selalu berbuat yang terbaik.

“Harapan saya masyarakat Kabupaten Malang tidak terprovokasi untuk mengikuti ajakan-ajakan yang mengarah kepada kekerasan dan kerusuhan, mari kita hormati apa pun keputusan dari sidang Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta,” kata Kiai Farhan.

Ia menambahkan, menjaga persatuan dan kesatuan teramat penting demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

“Kita harus bersama-sama mendukung pemerintah menciptakan kedamaian, khususnya masyarakat Kabupaten Malang. Sehingga masyarakat tidak risau dan dapat melaksanakan aktifitas seperti biasanya,” Kiai Farhan mengakhiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar